17.000 Hektar Hutan Disediakan Untuk Padi Dan Jagung

Kompas – Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten menyediakan 17.000 hektar lahan untuk pertanaman pangan, terutama padi dan jagung. Penyediaan pangan ini terutama untuk membantu 813 desa miskin di Jawa Barat yang pada musim kering ini berpotensi rawan pangan.

Kepala Seksi Humas Perhutani Jabar-Banten Ade Sugiharto, di Bandung, Selasa (23/6), mengatakan, di Jabar lahan tersebar di 14 kesatuan pemangkuan hutan (KPH) dan dikelola 1.500 petani yang tergabung dalam lembaga masyarakat desa hutan (LMDH). “Untuk kebutuhan pertanaman, disediakan benih dan pupuk bersubsidi. Program ini diharapkan menghasilkan panenan senilai Rp 265 miliar,” ujar Ade.

Perhutani bersedia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jabar melakukan aksi multipihak untuk menangani desa berpotensi rawan pangan. Ini didasari kenyataan bahwa dari 5.240 desa yang ada di Jabar, 813 di antaranya merupakan desa miskin dengan kategori tinggi berpotensi rawan pangan.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menggelar rapat koordinasi penanganan desa berpotensi rawan pangan bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yerry Yanuar, Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Jabar Dewi Sartika, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pekan lalu. Untuk menangani 813 desa itu, Pemprov Jabar harus melaksanakan aksi multipihak yang melibatkan hampir seluruh OPD.

Menurut Deddy, aksi multipihak harus dilakukan untuk mencegah hilangnya generasi di desa-desa yang berpotensi rawan pangan itu. Hilangnya generasi bisa terjadi akibat kekurangan gizi dan rendahnya kemampuan berpikir. Data 2011 menyebutkan, ada 813 desa yang berpotensi rawan pangan. Pemprov Jabar akan memilah desa yang potensi rawan pangannya tinggi.

Sumber : Kompas, hal. 22
Tanggal : 24 Juni 2015