Dipasok Dari Ladang Sayuran Perhutani

Kontan – Sentra penjualan sayur dan buah di Jalan Tangkuban Perahu, Lembang, Bandung barat buka sejak pagi hingga sore hari. Para pedagang mendapat pasokan sayur langsung dari petani. Kebanyakan budidaya sayuran ini memanfaatkan lahan perbukitan milik Perhutani. Mayoritas pembeli wisatawan dari Jabodetabek.

Terletak di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, daerah Lembang, Bandung Barat yang berhawa sejuk memang cocok sebagai lokasi pertanian. tak heran, bila di sekitar lereng-lereng bukit banyak ditemukan tanaman sayur mayur seperti kubis, kol, slada air, dan tanaman hortikultura lainnya. Bagi masyarakat di Lembang sendiri, pertanian sudah menjadi sumber kehidupan mereka sejak lama. Untungnya, daerah ini juga menjadi destinasi wisata.

Memanfaatkan kunjungan wisatawan itu banyak warga sekitar membuka kios sayuran di Jalan tangkuban perahu, Lembang. Mereka mulai berjualan mulai pukul 08.00 wib-18.00 wib. Salah seorang pedagang, asep bilang, semua sayur dan buah dijual dalam keadaan segar.

Ia sendiri banyak mendapatkan sayur dan buah dari para tetangganya yang berprofesi sebagai petani. Biasanya mereka membudidayakan sayuran di lahan perbukitan milik perhutani. Lahan itu masuk kawasan penghijauan yang memang dibolehkan untuk kegiatan pertanian. Lain halnya dengan ida yang mendapat pasokan sayur mayur langsung dari suaminya yang merupakan petani. Lahan pertaniannya sendiri ada di sekitar Jalan tangkuban perahu.

Suami ida membudidayakan aneka sayur seperti labu, buah nanas, stroberi, jagung, wortel, seledri, dan pare. Sebelumnya ia juga pernah membudidayakan tanaman hias yang cocok berkembang di daerah dingin, seperti bunga crysant dan lain-lain. Tapi karena sayuran lebih menjanjikan, sekarang ia tak lagi menanam tanaman hias. Ida mengaku saling saling bahu membahu dengan suaminya dalam berbisnis sayur dan buah.

“Suami saya selalu membuat jadwal musim tanam, jadi apa yang dijual di kios ini dipastikan sayuran selalu fresh dan stok pasti selalu ada,” ucap ida. Baik asep maupun ida mengaku, kebanyakan pengunjung yang membeli sayur dan buah dari kios mereka merupakan wisatawan yang datang dari Jabodetabek. Saat musim liburan sekolah tiba, kadang ada juga pengunjung dari daerah Jawa tengah atau Jawa timur. Menurut ida, kebanyakan pengunjung memilih komoditas tertentu untuk dijadikan buah tangan. Biasanya yang dipilih buah labu, stroberi, dan nanas.

Khusus stroberi Lembang memang masuk kategori unggul dengan ukuran buah yang besar dan warnanya yang merah. “tidak kalah sama buah stroberi impor yang biasa di jual supermarket,” ucap ida. Saat musim liburan tiba, para pedagang pun menyetok sayur dan buah dalam jumlah banyak. Pasalnya, permintaan bakal mengalami peningkatan. Asep bilang, saat hari biasa paling hanya 10 mobil yang mampir membeli sayur dan buah dalam sehari. Tapi saat musim liburan, bisa 10 mobil per jam karena pengunjung tidak berhenti datang. “iya alhamdulillah, tiap hari selalu ada pembelinya,” ujar asep.

Izza Mazidah

Sumber : Kontan, hal. 20
Tanggal : 30 Juni 2015