Kebonharjo : Hobi Itik Datangkan Jutaan Rupiah

Hobi Itik Datangkan Jutaan RupiahKEBONHARJO, PERHUTANI (19/6) | Dijaman modern seperti ini, segalanya dituntut serba cepat. Pun halnya untuk memanfaatkan peluang bisnis, kita tidak boleh ketinggalan. Bisinis itik petelur saat ini sangat menjanjikan. Dengan modal tidak begitu besar hasil berlimpah akan didapatkan. Apalagi memelihara itik petelur tidak membutuhkan lahan luas.

Usaha kreatif memelihara itik petelur dapat kita jumpai di rumah mandor polisi teritorial (polter) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngandang Kebonharjo Winarno (38) Desa Paseyan, Kecamatan Jatirogo, Tuban. “ Memelihara itik petelur baru saja saya lakukan. Belum genap satu bulan hasilnya sudah dapat dirasakan” demikian kata Winarno mengawali pembicaraannya.

Kandang dengan luas 6 x 10 m dapat menampung 300 ekor itik. Bibit itik siap produksi per-ekor seharga Rp. 67.000 sanggup bertelur setelah dipelihara 20 hari. Dari 300 ekor itik, produksi perdana kurang lebih 100 butir. Harga sebutir telur Rp. 1.700 sementara kebutuhan pakan rata-rata perhari Rp. 80.000 terdiri dari dedak (bekatul), karak dan konsentrat 144. Untuk menguatkan cangkang telur pakan dicampur dengan mineral. Sementara untuk produksi telur dan pencegahan penyakit minuman diberi campuran Turbo, jelas Winarno.

Masih menurut Winarno, itik petelur sanggup berproduksi sampai 3 tahun dengan masa jeda tiap 9 bulan untuk berganti bulu selama 1,5 bulan. Pada saat itik ganti bulu perawatan lebih ekstra supaya itik tetap sehat dan cepat produksi kembali. Jika itik dipelihara dengan benar dan masa produksi normal, 300 ekor tiap harinya bisa bertelur sampai 270 butir. Keuntungan mencapai jutaan rupiah, meskipun ini sebagai usaha sampingan, tambahnya.(Kom-PHT/Kebonharjo)

Editor : Bagus Tri Aditiya

Copyright ©2015