Perhutani Blora Percepat Penutupan Lahan dengan Crash Program

Keberhasilan Tanaman Menuju Perhutani UnggulBLORA, PERHUTANI (1/6) | Tanaman Crash Program merupakan wujud kepedulian Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Blora terhadap percepatan penutupan lahan. Luas Tanaman Crash Program Tahun 2014 seluas 139,7 Ha yang semuanya ditanami tanaman pokok Jati Plus Perhutani (JPP) Stek Pucuk. Secara umum semua lokasi tanaman Crash Program Tahun 2014 Kesatuan Pemangku Hutan Blora tumbuh baik.

Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman crash program Tahun 2014 petak 56D-2 Resort Pemangku Hutan Jembangan Bagian Kesatuan Pemangku Hutan Kalonan pada umur 4 (empat) bulan tinggi tanaman pokok rata-rata dapat mencapai 2,5 meter dengan perlakuan Non Silvikultur Intensif sistem tanam Banjarharian Jarak tanam 3×3 m.

Disela-sela pembinaan mandor tanaman dan mandor persemaian Administratur Kesatuan Pemangku Hutan Blora, Joko Sunarto berkomitmen menjadikan tanaman berhasil secara kualitas maupun kuantitasnya. Hal itu diwujudkan dengan pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan, bimbingan kepada petugas lapangan dan pesanggem serta melakukan monitoring evaluasi pada semua lokasi tanaman crash sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Tanaman crash program Tahun 2014 dapat berhasil sampai dengan akhir daur dan tercapai target dari kualitas maupun kuantitasnya untuk menuju perusahaan unggul dalam Pengelolaan Hutan Lestari” harap Joko Sunarto.(Kom-PHT/Blr / Teguh)

Editor : Bagus Tri Aditiya

Copyright ©2015

Tags: