Kopi Priangan identik dengan Perhutani Bandung Selatan

Dok.Kom-PHt/Bds  @2015

Dok.Kom-PHt/Bds @2015

BANDUNG SELATAN, PERHUTANI (30/6) | Kopi Priangan yang identik dengan wilayah Perhutani Bandung Selatan dimana tanamannya tersebar di 8 (delapan ) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) yang terdiri dari BKPH Ciparay seluas 63,04 ha,BKPH Banjaran seluas 440,54 ha,NKPH Pangalengan seluas 377,23 ha,BKPH Ciwidey seluas 189,26 ha,BKPH Tambak ruyung Timur seluas 207,03 ha,BKPH Tambak ruyung Barat seluas 128,76 ha,BKPH Gn.Halu seluas 11,66 ha dan BKPH Cilin seluas 9,86 ha.

Pola penanamannya dilakukan dengan pola Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang tak lepas dari peran serta masyarakat sekitar hutan yang terbentuk dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Dengan pola ini masyarakat bisa menanam tanaman Kopi disela-sela tanaman kehutanan.

Sementara ini untuk KPH Bandung Selatan yang sudah melakukan perjanjian dengan 72 LMDH khususnya untuk komoditi kopi dengan luas 2.238 ha dan target sharing 56,633 ton untuk tahun 2015.

LMDH yang cukup berhasil dalam budidaya kopi adalah LMDH Kubang Sari mengelola 213,12 ha dengan jumlah pohon kopi produktif sebanyak 190.589 pohon target sharing ke Perhutani sebanyak 14,290 ton berada di wilayah kerja BKPH Pangalengan. Hal tersebut menarik Direktur Utama Perum Perhutani, Mustoha Iskandar untuk meninjau lokasi dimana tanaman kopi terhampar luas di bawah tegakan tanaman Pinus dan ekaliptus beberapa waktu lalu.
Editor : Dadang K Rizal

Copyright ©2015