KPH Bandung Utara Lumbung Wisata

Galamedia – Fenomena terus bertumbuhnya netizen (pengguna internet aktif, red) dimanfaatkan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara untuk memasarkan wanawisata alam yang ada di wilayah KPH Bandung Utara.

Cara tersebut menyedot minat banyak pengunjung, seperti yang terjadi di Puncak Bintang, CaringinTilu, Kabupaten Bandung. Setelah dibuka pada Juli 2014, Puncak Bintang berkembang pesat.

“Kekuatan pemasaran dari internet itu luar biasa. Makanya kita optimalkan media sosiai dan blog. Di sini juga sengaja kita buat sign board berbentuk bintang berukuran besar. Di sini pengunjung bisa melakukan selfie. Ya, ini juga strategi bagaimana Puncak Bintang bisa masuk dalam gaya hidup yang sedang tren,” kata Administratur KPH Bandung Utara, WismoTri Kancono, Minggu (7/6).

Wismo mengatakan, terkait perkembangan tersebut, pihaknya telah menggelar diskusi dengan tema “Paradigma Baru Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat” di Puncak Bintang, Rabu (3/6) lalu.
Menurutnya, diskusi sengaja dilangsungkan di lokasi Puncak Bintang untuk menginspirasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk bisa mengembangkan potensi wisata alam yang ada di wilayah Hutan Pangkuan Desa (HPD) masing-masing.

“Harapannya mari jadikan KPH Bandung Utara sebagai lumbung wisata. Karena potensi Bandung Utara itu banyak di wisata dan air. Dan potensi ini bisa dikembangkan oleh LMDH di wilayah masingmasing,” ujar Wismo.

Khusus untuk Jayagiri, lanjut Wismo, pihak KPH telah memiliki rencana untuk pengembangannya. “Lembang itu sumber harta karun. Ada ribuan pengun jung saat weekend. Itu yang akan kita bidik untuk Jayagiri. Dan kita sudah siapkan konsep. Kita akan buat sign board,” pungkasnya.

Sementara Asper BKPH Manglayang Barat, KPH Bandung Utara Eris Mulyana mengatakan, grafik pendapatan Puncak Bintang mengalami peningkatan signifikan. “Sebelumnya pendapatan minimal dalam sebulan Rp 60 juta, tapi grafiknya ada peningkatan untuk Mei 2015 mencapai Rp 100 juta,” katanya.

Dari pendapatan tersebut, Rp 20 juta di antaranya dikontribusikan untuk kas pemerintahan desa dan LMDH.

Sementara acara diskusi digelar untuk menampung berbagai aspirasi dari LMDH. Aspirasi yang muncul di antaranya keinginan LMDH untuk mengembangkan potensi wisata GoaLalai dan Hutan Jaya Giri yang berlokasi di BKPH Lembang.

Sumber : Galamedia, hal. 2
Tanggal : 8 Juni 2015