Obyek Wisata “Negeri Di Atas Awan” Perhutani Probolinggo

Dok.Kom-PHT/Pbo  @2015

Dok.Kom-PHT/Pbo @2015

PROBOLINGGO, PERHUTANI (30/6) | Situs Joko Niti dan Pundak Lembu merupakan tempat pemujaan Umat Hindu di kawasan lereng tengger semeru berada dalam kawasan hutan dalam pengelolaan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukapura ternyata merupakan obyek wisata yang selama ini terpendam dan belum dikelola dengan baik.
Puncak Pundak Lembu merupakan puncak tri-anggulasi lereng bromo tengger semeru dengan ketinggian 2634 M dari permukaan laut yang berada dalam kawasan hutan lindung tepatnya di petak 1c.

Situs Joko Niti berada di kawasan hutan produksi yaitu di petak 68a wilayah kerja RPH Wonokerso BKPH Sukapura KPH Probolinggo, masuk pemerintahan Desa Ledok Ombo Kecamatan Sumber Kab. Probolinggo.

Obyek wisata tersebut juga berada di perbatasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Perum Perhutani.

Dari puncak tersebut kita bisa melihat pamandangan yang mempesona dari view Gunung Bromo dan hamparan lautan pasir serta Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi yang berada di pulau Jawa. Untuk menuju lokasi tersebut bisa dicapai dari kota Probolinggo dan kota Lumajang dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Untuk menuju puncak dari desa ledok Ombo atau desa Argosari kita tempuh dengan bersepeda karena akses jalan untuk mobil belum ada hanya jalan setapak yang di kanan kirinya adalah jurang.

Di era perkembangan jaman, masyarakat setempat mulai melirik situs Joko Niti dan Pundak Lembu untuk dijadikan sebagai obyek wisata Negeri Diatas Awan dan mendirikan kios2 makanan, kendaraan bermotor untuk sarana menuju kesana dan tempat penginapan yaitu dengan menggunakan rumah penduduk sebagai upaya mereka untuk menambah pendapatan disektor ekonomi.

Pemkab Probolinggo dan Pemkab Lumajang berencana akan mengelola tempat tersebut sebagai Obyek Wisata Gardu pandang Puncak Joko Niti dan Pundak Lembu.

Hal ini akan dilaksanakan dengan melakukan MOU kerjasama dengan Perum Perhutani KPH Probolinggo sebagai pemegang wilayah dalam rangka optimalisasi KWH Lindung guna menunjang penghasilan perusahaan di sector non kayu (wana wisata) dan pengembangan usaha Perum Perhutani.

Masyarakat sekitar puncak tersebut memberi julukan atas obyek tersebut kepada media cetak dan elektronik dengan nama “Obyek Wisata Negeri Diatas Awan” dikarenakan dari tempat tersebut awan berada di bawah kita, sehingga seolah-olah kita berada diatas awan . Hal ini juga digunakan untuk menambah daya tarik kepada masyarakat luas, dan diharapkan juga kelak akan menjadi primadona selain obyek wisata gunung bromo yang sudah ada di Cemoro lawang Kec. Sukapura dan di Penanjakan Kec. Tosari Kab. Pasuruan. Kom-PHT/Pbo/fadilah

Editor : Dadang K Rizal

Copyright ©2015