Pesona Situ Cisanti Perhutani Bandung Selatan

2015-6-30-BDS-cISANTIBANDUNG SELATAN, PERHUTANI (15/6) | Situ Cisanti adalah sebuah danau yang terletak di tengah hutan Pinus dan Hutan eucaliptus dan situ ini terletak cukup tinggi dari permukaan laut. Banyak yang bilang bahwa Situ Cisanti bagaikan sebuah “nadi Jawa Barat” karena Situ Cisanti inilah yang menjadi hulu dari Sungai Citarum, sungai terbesar dan terlebar di Jawa Barat yang memiliki panjang sekitar 269 Km dan membelah 12 Kabupaten dan kota.

Wisata alam di Bandung mulai dari wisata outbound, geowisata (wisata bumi) hingga wisata buatan yang sengaja dibuat oleh tangan manusia. Kota Bandung memang tak diragukan untuk masalah wisata alam tersebut.

Di pinggiran Bandung pun seakan tak mau kalah dan terus mempromosikan wisata alam unggulan mereka. Salah satunya di kawasan Kabupaten Bandung terdapat sebuah situ (danau dalam bahasa sunda) yang unik dan cantik. Tak salah dengan keunikan dari danau ini tak terlepas Bandung merupakan Cekungan yang menjadi Danau Purba menurut sejarah pada saat itu (cekungan Bandung).Dari sisi lain dari cekungan bandung itu sendiri terdapat Danau atau situ situ yang terjadi akibat penomena alam yang membentuk danau atau situ.

Mungkin sudah sering mengenal mengenai Situ situ yang berada di wilayah kab Bandung khususnya wilayah Bandung Selatan yang berada dalam wilayah kerja KPH Bandung Selatan.

Tapi mungkin diantara rekan pembaca belum banyak yang tahu mengenai situ/danau yang satu ini. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota dan terletak di dalam hutan pinus. Dan hal ini pula yang menjadikan situ/danau ini tetap terjaga keindahannya.

Yang membuatnya unik adalah bahwa situ/danau ini merupakan hulunya dari Sungai Citarum dan merupakan saksi sejarah karena situ ini adalah sebuah patilasan dari Dipatiukur. Nama situ itu adalah SITU CISANTI..

Situ Cisanti ini terletak di kaki Gunung Wayang yang kini masuk dalam area Perum Perhutani KPH Bandung Selatan BKPH Pangalengan RPH Pangalengan. Tak hanya perannya yang sangat penting bagi sumber kehidupan warga Jawa Barat Situ Cisanti merupakan salah satu dari saksi sejarah dari masa kerajaan hingga zaman kolonialisme dulu. Situ Cisanti ini merupakan sebuah petilasan (tempat persinggahan) dari Dipatiukur, yang merupakan seorang wedana para bupati Priangan pada abad ke-17. Dipatiukur memimpin pasukan untuk menyerang Belanda di Batavia pada tahun 1628. Disebutkan bahwa kekalahan Dipatiukur disebabkan oleh adanya pengkhianatan dari pemimpin masyarakat Sunda lain, sehingga akhirnya Dipatiukur dan pengikutnya mudah dikalahkan.

Tak hanya menyimpan sejarah dan manfaat bagi warga Jawa Barat. Situ Cisanti ini sangat eksotik dan menarik untuk dikunjungi, terlebih lagi bagi kamu yang sering hunting ke tempat yang unik dan ga mainstream. Di Situ Cisanti ini terdapat beberapa spot yang unik dan cocok buat foto-foto dan bernarsis ria dan keren juga buat di unggah di media sosial.

Lokasi/Alamat Situ Cisanti
Situ Cisanti terletak di kaki Gunung Wayang sekitar 60 kilometer sebelah selatan Kota Bandung dan dapat ditempuh oleh kendaraan roda dua atau roda empat sekitar 2-3 jam. Situ Cisanti berlokasi di Kampung Pejaten Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung.

Untuk mencapai lokasi bisa diakses melalui dua cara. Pertama melalui kawasan Pangalengan dengan sebelumnya menyusuri perkebunan teh Malabar. Sebenarnya dengan melewati kawasan Pangalengan ini bisa terbilang lebih dekat dengan jalan yang tidak terlalu menanjak.

Rute kedua adalah melalui Bandung – Ciwastra – Ciparay – Pacet – Cibeureum dan selanjutnya Kertasari. Bisa dibilang melalui rute kedua ini jalanan akan sedikit menanjak dan berputar.

Fasilitas Situ Cisanti
Bisa dibilang Situ Cisanti ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap mulai dari toilet, mushola hingga penginapan/cottage kayu yang bisa dipakai untuk menginap dan menikmati malam di tengah hutan Situ Cisanti. Di kawasan Situ Cisanti ini juga bisa buat Kemping Ground dengan teman-teman ataupun dengan keluarga bahkan bagi penghoby memancing situ cisanti juga bisa menyalurkan hoby itu.

Bisa dibilang Situ Cisanti ini merupakan pertemuan dari 7 mata air yang ada disana. Diantaranya adalah mata air Cikahuripan (Pangsiraman), mata air Cihaniwung, mata air Mastaka Citarum, mata air Cisadane, mata air Cikoleberes, mata air Cikawedukan dan terakhir mata air Cisanti.

Dari ketujuh mata air yang ada di Situ Cisanti, yang paling populer adalah mata air Pangsiraman. Mata air Pangsiraman ini dikelilingi oleh pagar besi dan terdapat bangunan bagi mereka yang ingin melakukan “ziarah” di kawasan ini. Untuk bisa masuk ke lokasi ini kamu tak bisa sendiri karena dijaga oleh seorang juru kunci yang sesekali ada disana.

Di kawasan mata air Pangsiraman ini air kebiruan dan sangat jernih. Disini kamu tak bisa sembarang mandi di mata air ini karena ada sebuah tatakrama yang harus dilakukan sebelumnya.

Di lokasi ini terdapat dua bagian, yaitu bagian untuk laki-laki dan perempuan. Biasanya hal ini berlaku di malam-malam yang dianggap baik untuk melakukan ziarah, seperti pada kamis malam dan hal ini akan semakin ramai dikunjungi pada waktu terang bulan di bulan Maulud.

Di tempat itu kadang-kadang sering hadir seorang juru kunci yang siap menolong untuk “memandikan” kamu layaknya melakukan sebuah siraman nikahan dimana seluruh tubuh akan dibasahi oleh air guyuran dari mata air tersebut. Menurut salah satu juru kunci Pangsiraman, tujuan orang berziarah ke tempat ini bermacam-macam, tetapi paling banyak dari mereka adalah untuk mendapatkan ketenangan hati, awet muda, enteng jodoh, kekayaaan hingga jabatan. Jika tak ingin “mandi”, boleh kok untuk sekedar mencuci muka atau sedikit main air di tempat ini.

Editor : Dadang K Rizal

Copyright ©2015