Semen Indonesia Gaet Perhutani Reklamasi Bekas Tambang

Rakyat Merdeka – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjalin sinergi dengan Perum Perhutani untuk melakukan tutup tanam sebagai tanda berakhirnya reklamasi pasca tambang.

Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti mengatakan, proses penambangan di Semen Indonesia menganut sistem penambangan berjenjang, yaitu diselesaikan satu jenjang atau petak kemudian pindah ke petak yang lain.

Saat ini, petak yang sudah selesai seluas 30,7 hektar dan sudah direkla-masi sejak 2010. Pohon yang ditanam jumlahnya mencapai 57.362 pohon dengan berbagai varian, di antaranya jati, johar, mahoni, trembesi dan lamtoro.

‘Sistem penambangan berjenjang inilah yang akan kita pakai diseluruh pabrik yang dimiliki oleh perseroan. Dengan sistem ini perusahaan bisa menjaga kelestarian lingkungan, dan diharapkan reklamasi lahan bekas tambang menjadi hutan kembali dapat bermanfaat secara sosial, ekonomi dan ekologi, ” tambah Sunardi melalui siaran pers yang diterima Jumat (5/6).

Sinergi kedua perusahaan pelat merah ini telah dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada 2010 dan 2014. Pada pelaksanaan pertama pada 2010 dilakukan penanaman pada area 23 hektar dengan jumlah 42.918 pohon, yang terdiri dari pohon jati dan rimba campuran.

Sedangkan pada 2014 dilakukan penanaman pada area 7,7 hektar sebanyak 14.444 pohon yang terdiri dari pohon jati sebanyak 10.111 batang sebagai tanaman pokok ditambah lagi tanaman rimba campuran berupa johar, mahoni, dan trembesi sejumlah 4.333 pohon.

‘Semen Indonesia saat ini juga ikut berpartisipasi dalam percepatan pelaksanaan program penghutanan kembali pada wilayah kerja Perum Perhutani Divisi Jawa Timur dengan tanpa mengubah status fungsi dan fungsi hutan, “tuturnya.

Diakuinya, pelaksanaan ini juga melibatkan warga sekitar tambang sebagai bentuk kepedulian perseroan terhadap warga sekitar tambang.

Sumber : Rakyat Merdeka, hal. 15
Tanggal : 7 Juni 2015