Perhutani dan Pemkab Tasikmalaya Sejahterakan MDH

POTO Web HARI JADI KAB TASIKMALAYA KE 383TASIKMALAYA,  PERHUTANI (29/7) |  “Kepada segenap warga masyarakat desa sekitar hutan untuk terus menjaga kondusifitas yang sudah berjalan serta menjaga keamanan sebagai penunjang pembangunan, membantu pemerintah secara bergotong royong melalui Gerakan membangun desa (Gerbang Desa)” Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum. pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-383 yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Tasikmalaya Singaparna. Selasa(28/7).

Peringatan hari jadi dimulai dengan upacara yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara, BUMD, BUMN, unsur TNI–Polri serta perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Uu mengajak seluruh elemen masyarakat kab. Tasikmalaya untuk terus bekerja dan bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya. “Dengan momentum hari jadi ini, mari kita terus berkarya dan bekerja dengan penuh dedikasi serta keikhlasan demi menjadikan Kabupaten Tasikmalaya yang maju dalam berbagai bidang,“ papar Bupati Tasikmalaya.

Administraur Perhutani Tasikmalaya,  Henry Gunawan menyampaikan bahwa Perhutani bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersinergis dalam pengelolaan sumber daya hutan secara lestari melalui Pengelelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan gerakan membangun desa (Gerbang Desa) yang dicanangkan Pemerintah Kab Tasikmalaya dengan melibatkan Masyarat Desa Hutan (LMDH).

Contonya penanaman kopi di bawah tegakan di Desa Wandasari Kec Bojonggambir, Wana Wisata Galunggung di Desa Linggajati Kec. Sukaratu, Pemanpaatan Air di Desa Karangjaya Kec. Karangjaya dan Desa Cidugaleun Kec Cigalontang’, selain itu kerjassama yang dilakukan seperti Pelestarian sumber mata air, kedaulatan pangan dan Sosial, Tambahnya.

Dengan hari jadi Kabupten Tasikmalaya yang ke-383 ini, Henry berharap peningkatan ekonomi masyarakat desa hutan yang ditopang dengan program perhutani yaitu PHBM dan Gerbang Desa, sehingga muncul komoditas -komoditas unggulan seperti budi daya tanaman kopi, kapol dan coklat yang penanamannya di bawah tegakan. Ini semua mempunyai nilai jual ekonomis tinggi yang dapat mendorong pendapatan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Tsk/Asep JB).

Editor : Dadang K Rizal

Copyright ©2015