Mengajak Warga Beternak Sapi

Media Indonesia – PERHUTANI Divisi Regional Jawa Barat-Banten telah menumbuhkan kegiatan usaha produktif masyarakat desa hutan. Langkah tersebut dimulai dengan memperkuat kelembagaan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) ke Kampung Kertaharja, Desa Ciantanan, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kepala Seksi Humas Perhutani Divre Janten, Ade Sugiharto, di Tasikmalaya, kemarin, mengatakan usaha produktif yang dijalankan LMDH atau non-LMDH pertumbuhan menunjukkan tren cukup baik. Usaha yang cukup berkembang ialah kegiatan usaha penggemukan sapi yang dilakukan kelompok masyarakat berada di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Ade, bisnis penggemukan sapi memantik ketertarikan warga karena waktu pemeliharaan yang pendek dengan keuntungan yang menjanjikan. Harga daging sapi yang melambung dalam beberapa pekan terakhir ini menyebabkan keuntungan bisnis penggemukan sapi berlipat.

“Jadi bisnis penggemukan sapi yang dilakukan kelompok masyarakat mitra binaan program Perhutani sangat menjanjikan karena keuntungan itu sangat luar biasa di saat menjelang Idul Adha nanti,” ujar Ade, kemarin.

Ade mengungkapkan, usaha penggemukan sapi itu meminjam dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari Perhutani KPH Tasikmalaya pada 2010 dan 2014.Keseluruhan dana PKBL yang telah digulirkan pada 2014 sebesar Rp2,5 miliar, sedangkan tahun ini baru sebesar Rp350 juta.

Apong Apipah, warga yang ikut program penggemukan sapi, mengemukakan hasil kerja sama PKBL sebelumnya telah mencapai 26 ekor sapi yang berasal dari Pati dan Jember. Sementara itu, masa penggemukan sapi ialah selama 3 bulan-4 bulan.

Sapi bakalan, lanjut Apong, dibeli seharga Rp14 juta-Rp15 juta per ekor dengan berat badan 2 kuintal.Kini, berat badan sapi tersebut mencapai 4 kuintal sampai 8 kuintal dan dijual dengan harga mulai Rp18 juta hingga Rp24 juta.

Selain memberikan pakan konsentrat kepada sapi peliharaan, warga setiap hari mencari pakan ternak berupa rumput. Warga yang mengikuti program penggemukan sapi itu mendapatkan Rp1,2 juta per bulan.(AD/N-2)

Sumber : Media Indonesia, hal. 25
Tanggal : 28 Agustus 2015