Pemkot Bantu Perhutani Hijaukan Lahan Kritis

Radar Malang – KOTABATU – Pemkot Batu takhanya beipangku tangan untuk menyelesaikan lahan kritis di hutanyang dikelola Perum Perhutani KPH Malang. Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Pemkot Batubakal mengambil peranan untuk mengembalikanhutanyangkritis, menjadi lebat kembali dengan tanaman.

Penanganannya tidak hanya sekadar mengembalikan hutan kembali hijau, tapi juga bakal dijadikan sebagai objek wisata. Dengan demikian, hutan akan lestari dan banyak memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. “Kami akan memberikan bantuan beragam bibit buah hingga bunga, supaya bisa menjadi hutan yang produktif,” kata Budi Santoso, kepala Distanhut Pemkot Batu, siang kemarin.

Tosi-panggilan akrab Budi Santoso-, juga menyatakan, dengan pemberian bantuan bibit buah dan bunga, akan menjadikan hutan sebagai lahan wisata. Dan upaya itu sudah dimulai dengan kerja sama yang telah dilakukan bersama dengan Perum Perhutani KPH Malang. “Kami sudah bekerja sama dengan Perhutani menjadikan hutan sebagai lahan wisata pada tahun 2016,” kata mantan kepala badan perencanaan dan pembangunan daerah ini.

Dia menyebutkan, keija samapengelo-laan hutan menjadi lahan wisata itu, dengan konsep rcanbow forest atau hutan pelangi Secara garis besai; hutan pelangi yang dimaksud adalah penyediaan beragam tanaman dan menyediakan beragam pohon dengan bunga warna-warni. Sedangkan, pada jenis buahnya, akan ditanami beragamjenis buah. Dengan demikian, hutan akan menjadi hutan produktif dan bisa dijadikan semacam wisata agra “Tidak hanya di lahanHutan Tlekung Junrejo, juga Hutan Oro-Oro Ombo, serta Sumberbrantas, dan lainnya,” kata dia.

Seperti diketahui, bencana alam puting beliungyang menumbangkan ribuan tanaman hutan di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tahun 2012 lalu, hingga saat ini belum tertangani. Seluas 80 hektare lahan di kawasan Perum Perhutani KPH Malang inipun masih kritis. Kawasan hutan pinus dengan kontur tanah perbukitan itu terlihat gundul. Seperti halnya di petak 217 A Dusun Krajan, Desa Tlekung, Kecamatan Batu, dengan luasan lahan 21 hektare Penanganan Hutan Tlekung masih direncanakan pada akhir tahun 2015. Uga tahun terakhi; penanganannya masih pembersihanlahan dan penyiapan lahan untuk penghijauan kembali.

Dia juga menyayangkan penyelesaian persoalan itu dilakukan di akhir tahun. “Kalau bisa segera diselesaikan, tidak di akhir tahun,” kata dia. Sementara itu BambangHariantoy kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Oro-Oro Ombo mengakui telah menjalin kerja sama dengan Distanhut Pemkot Batu. Di antaranya dengan pembuatan hutan pelangi sebagai obje kwisata.

Terkait dengan lambatnya penanganan lahan kritis, Bambang menyatakan, hal itu dikarenakan prosesnya yang panjang. Selain itu, juga karena ketersediaan anggaran. Menurutnya, anggaran yang turun, tidak bisa untuk menyelesaikan penanaman seluruh lahan kritis. “Kami bersyukur, Pemkot Batu ingin memberikan tambahan bibit untuk penanaman pada akhir tahun ini,” kata dia. (Irr/cl/yak)

Sumber : Radar Malang, hal. 35
Tanggal : 14 Agustus 2015

Tags: