Petani Desa Jono Gelar Tradisi Nyarad di Kawasan Hutan Bojonegoro

2015-08-10-BJN-Gadran (Sedekah Bumi)-Foto1 copy

Dok.Kom-PHT/Bjn@2015

BOJONEGORO, PERHUTANI (10/8) | Petani Desa Jono Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro mengelar tradisi Nyadran atau lebih dikenal dengan istilah sedekah bumi sebagai rasa syukur mereka kepada sang pencipta seusai melakukan panen raya di kawasan hutan RPH Sampang BKPH Dander, Senin.

Wakil Administratur KKPH Bojonegoro, Mulyana yang juga sebagai koordinator keamanan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita memang harus bersyukur kepada sang pencipta, karena di musim kemarau yang panjang ini kita masih bisa memanen hasil tanaman yang kita tanam dilahan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani.

Sudah menjadi tanggungjawab kami ikut mensejahterakan kehidupan masyarakat sekitar hutan, dan ini salah satu bentuk kepedulian Perhutani kepada masyarakat dengan memberikan kesempatan warga untuk bertani di lahan kawasan hutan sesuai dengan peraturan dan perjanjian yang telah disepakati bersama.

Mulyana menghimbau kepada para petani hutan di musim kemarau yang panjang dan ekstrim atau lebih dikenal dengan fenomena alam El Nino ini untuk berhati-hati dan jangan membersihkan lahan garapan mereka di hutan dengan membakar karena bisa memicu terjadinya kebakaran hutan.

Kepala Desa Jono,  Dasuki dalam sambutannya menyampaikan tradisi sedekah bumi ini sudah turun-temurun tidak bisa ditinggalkan oleh masyarakat kita, tradisi tersebut hingga kini masih dilakukan dan memiliki nuansa religi yang sangat mendalam.

Dasuki berjanji selama dia masih menjabat akan membantu dan mendukung sekali program-program yang telah dilaksanakan oleh Perum Perhutani Bojonegoro untuk menjaga kelestarian hutan. (Kom–PHT/Bjn/Rafik).

Copyright ©2015