Sapi Dipasok Dari Kehutanan

Pikiran Rakyat – Sekitar 1.000 sapi potong siap dipasok dari kawasan kehutanan Perum Perhutani dari tiga kabupaten, untuk keperluan Iduladha 1436 H/2015. Pasokan sapi potong tersebut diusahakan sejumlah peternak yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya, KPH Sumedang, KPH Bandung Utara, dan KPH Bandung Selatan.

Kasi Humas Divre Jabar-Banten Perum Perhutani Ade Sugiharto, di Tasikmalaya, Kamis (27/8/2015), menyebutkan, sapi potong asal kehutanan tersebut sejak beberapa tahun terakhir rutin dipasok untuk Iduladha. Pengusahaannya dilakukan dengan cara dikandangkan di sejumlah areal kehutanan dan koperasi mitra binaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Jumlah sapi yang diusahakan rata-rata 200 hingga 300 sapi per KPH.

“Pasokan sapi potong yang dipasok dari LMDH dan mitra binaan Perhutani Jawa Barat-Banten ini diharapkan mampu menambah jumlah pasokan dari Jawa Barat. Diharapkan, pasokan sapi potong ini ikut terdata secara akurat karena mampu menambah kebutuhan pasar, baik untuk kebutuhan daging maupun Iduladha,” ujarnya di sela-sela peninjauan ke sejumlah kandang di lingkungan LMDH dan Koperasi Sapta Karya, Kecamatan Cineam, Tasikmalaya.

Khusus penggemukan sapi di KPH Sumedang, menurut dia, merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan beternak masyarakat di desa hutan. Semula hewan-hewan ini dibiarkan berkeliaran di hutan dan sering merusak tanaman, tetapi kini dikandangkan dalam kawasan hutan sejak 4 tahun terakhir.

Dari wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan Tasikmalaya saja, katanya, siap memasok sekitar 200 sapi untuk Iduladha. Umumnya, sapi-sapi tersebut dipasok dari sejumlah LMDH dai) Koperasi Sapta Karya, Kecamatan Cineam.

Menurut pengurus Koperasi Sapta Karya, Apong, menjelang Iduladha nanti pesanan sapi potong lokal dan impor terus meningkat. Setiap pekan, puluhan sapi dibeli sejumlah bandar, baik dijual ke Pasar Manonjaya maupun cadangan Iduladha. Harga sapi yang kini tersedia sekitar Rp 22 juta-Rp 24 juta/sapi. “Untuk harga di bawah itu sudah hampir habis,” ujarnya.

Disebutkan, animo para peternak memelihara sapi terus meningkat, apalagi mereka dijanjikan bisa kembali memperoleh dana bergulir PKBL dari Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten. Dana bergulir tersebut berupa pinjaman dengan buriga hanya sekitar 6%/tahun yang selama ini lancar diusahakan dan dilunasi para peternak melalui koperasi.

Dikatakan, untuk pembibitan, mereka mendapat pasokan dari Pati dan Jember, Jawa Timur. Sementara untuk ketersediaan pakan di Cineam cukup terjamin setiap musim. Soal penjualan, sejauh ini pembayaran dari para bandar umumnya lancar melalui transfer bank. (Kodar Solihat)***

Sumber : Pikiran Rakyat, hal. 9
Tanggal : 28 Agustus 2015