Wujudkan PHL Di KPH Solo

Radar Solo – SOLO –Kesatuan Pemangkuan Hutan Surakarta (KPH Surakarta)- Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah. Yang membawahi wilayah kerja Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Klaten dan Sukoharjo. Terus berperan aktif dalam mewujudkan Pengelolaan Hutan Lestari (PHL).

Hal itu terlihat dari hasil identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT). Terutama semua kawasan hutan yang memiliki nilai-nilai ekologi dan sosial. Namun untuk menjadi nilai konservasi yang tinggi, nilai-nilai tersebut harus punya keistimewaan.

Wakil Administratur (ADM) KPH Surakarta, Johni Andarhadi mengatakan, upaya yang dilakukan yaitu mengelola Sumber Daya Hutan dengan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari berdasarkan karakteristik wilayah dan Daya Dukung Daerah Aliran Sungai (DAS).

Disamping meningkatkan manfaat hasil hutan kayu dan bukan kayu, ekowisata, jasa lingkungan agroforestry serta potensi usaha berbasis kehutanan lainnya.

“Kedepan kita akan membuat rencana tidak lanjut dari berbagai masukan yang mengemuka dalam konsultasi publik. Dengan menjadikan Pengelola Hutan Lestari untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” papar Johni Andarhadi, disela forum konsultasi publik yang digelar di kantor KPH Surakarta, Kamis (27/8).

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pemaparan tentang penerapan standar Forest Stewardship Council (FSC)-Controlled Wood. Yaitu terkait sertifikasi pengelolaan hutan lestari berdasar standar FSC. Sehingga hasil hutan kayu yang dihasilkan bisa dijual ke beberapa negara tujuan ekspor, seperti Amerika dan Eropa.

“Banyak hal yang perlu diperhatikan dengan mengikuti standar FSC. Diantaranya panen kayu secara legal, tidak melanggar hak-hak masyarakat sipil, tidak melakukan penanaman pohon pada lokasi hutan yang punya nilai konservasi tinggi. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu tidak memanen jenis-jenis kayu yang berasal dari modifikasi genetik organisme,” jelasnya.

(edy)

Sumber : Radar Solo, hal. 2
Tanggal : 28 Agustus 2015