20 Hari, Eksplorasi 40 Sumber Mata Air

Radar Malang – PENDAPA – Kesuksesan tim Jawa Pos Radar Malang melakukan program ekspedisi Jelajah Seribu Pantai (2013), Jelajah Seribu Coban, dan Jelajah Seribu Situs (2014) menginspirasi program Jelajah Patirtan. Pagi kemarin, tim Jelajah Patirtan yang terdiri dari Imam Nasrodin (reporter) dan Doli Siregar (fotografer) secara resmi dilepas Bupati Malang Rendra Kresna dari halaman Pendapa Kabupaten Malang.

Jelajah Patirtan ini adalah program untuk menggali potensi sumber mata air yang ada di Kabupaten Malang Setidaknya, ada 40 potensi sumber mata air besaryangbakal dieksplorasi tim Jelajah Patirtan selama 20 hari. Programtersebut merupakankerja bareng/aii’fl Pos Radar Malang bersama Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Perum Perhutani KPH Malang dan PDAM Kabupaten Malang.

Objek pertama yang dieksplorasi timjelajah Patirtan akan menuju Sumber Ciblung di Kecamatan Ampelgading Dalam pelepasan kemarin bedangsungbegttukhidmat. Karena pelepasan itu bersamaan dengan apelpagiseluruh pegawai Pemkab Malang Tentu juga dihadiri para petinggi Pemkab Malang.

Mulai dari Sekda Kabupaten Malang Abdul Malik dan seluruh kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Hadir pula Direktur/jam Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, Direktur PDAM Kabupaten Malang H Syamsul Hadi, Administratur(Adm) Perum Perhutani KPH Malang Arif Herlambang, serta dua petinggi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Yakni Deputi BranchManagerNur Badrianto dan Marketing Communication Faruq Asrori.

Jelang pemberangkatan, Rendra Kresna menjelaskan sangat mengapresiasi kegiatan jelajah ini yang akan menggali potensi sumber airyang ada di Kabupaten Malang. Menurutnya, dengan adanya Jelajah Patirtan ini, Kabupaten Malang akan mempunyai peta sumber air “Dengan ini kita akan memiliki pemetaan mengenai sumber air yang ada di Kabupaten Malang” kata Rendra

Selain itu, tambahnya, akan mengetahui segala bentuk gambaran, potensi, dan permasalahan sumber airyang ada dikabupaten. Dengan gambaran sumber air itu, maka akan mudah mengambil langkah untuk pemanfaatannya. “Dengan inikita akan mengetahui permasalahan sumber airyang ada di Kabupaten Malang dan mencari solusinya, apakah akan ada penghijauan maupun upaya alternatif lainnya,” ungkap Rendra

Karena seperti diketahui, dalam perjalanan tim Jelajah Patirtan ini ian ada tim khusus dari dinas pengairan dan didukung Jurusan Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Sehingga, lanjutRendra, jika ada masalah dari sumber air maka akan cepat memberikan pembenahan terhadap sumber air tersebut. “Sumber air sangat banyak ini haius dapat dimanfaatkan dengan baik,” kata Rendra.(adk/c2/abm)

Sumber : Radar Malang, hal. 29 & 39
Tanggal : 22 September 2015

Tags: