Belajar Menulis di Sereh Manis

(Dok.istimewa/2015)Tidak terasa waktu nyaris menunjukkan pukul 21.00 WIB, ketika pembicara menutup acara “Writing is Fun” Learn and Share yang digelar di restoran Sere Manis, Jalan H Agus Salim No.16, Sabang, Jakarta Pusat (17/9). Sekitar dua puluh orang humas BUMN dari berbagai perusahaan satu per satu pamit pulang. Mereka pamit dengan membawa bekal dari hasil Pertemuan PR Tanpa batas ke dua. Bekal tersebut adalah keberanian menulis.

“Writing is Fun Learn and Share” menghadirkan Akhmad Sujadi Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagan PT Pelni (Persero) yang juga penulis buku serta penulis aktif di Kompasiana.com bersama Susetiyaningsih (Soesi Sastro) Kepala Biro Komunikasi Perusahaan Perum Perhutani sebagai pembicara.

“Sesuai khitahnya, salah satu soft skill yang harus dimiliki praktisi Humas adalah menulis. Dengan diadakan nya acara ini diharapkan para pembicara yang sudah veteran dalam menulis mampu menularkan semangat untuk menulis kepada para anggota Forum Humas yang hadir,” ujar Riana Setyaningrum Direktur Eksekutif Forum Humas BUMN yang bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut.

Acara yang berlangsung meriah dan mengundang interaksi langsung dari anggota Forum Humas BUMN yang hadir tersebut, dimulai dengan penyampaian materi serta pengalaman oleh Soesi Sastro. Ia berbagi pengalamannya dalam menulis berbagai jenis sastra seperti, puisi, novel dan berbagai cerita pendek yang sudah terbit. Ia juga membagikan kiatnya dalam menggubah rangkaian kata menjadi sebuah karya.

“Kuncinya satu insan humas tidak boleh malu dalam menulis, apalagi dalam keseharian bertugas. Para insan Humas harus mengetahui berbagai perkembangan informasi kegiatan, kebijakan atau peristiwa penting di masing-masing perusahaannya.  Kemudian setelah itu dituangkan di dalam tulisan yang bisa di share ke teman-teman media,” tutur Soesi

Lain Soesi lain pula Sujadi. Pria yang mengawali karir sebagai penjaga perlintasan di PT KAI ini lebih gemar membuat sebuah paksi atau sebuah reportase dari peristiwa yang ada disekelilingnya, ketimbang sebuah sastra. Pria yang saat ini sudah menulis lima buku ini menjelaskan, untuk menulis memang harus dipaksa berani pada awalnya.

“Saya itu mulai menulis sejak 1985. Awal menulis ya memang harus dipaksa. Jangan takut atau malu, harus berani. Lama kelamaan ya akan terbiasa. Jika sudah begitu apapun peristiwanya di depan kita, pasti dapat di konversi menjadi tulisan,” ungkapnya

Sujadi kemudian menjelaskan bagaimana Para Humas sebenarnya sekarang dimudahkan dengan banyaknya wadah untuk menulis. Dari mulai blog, serta berbagai bentuk wadah yang disediakan oleh portal berita. Salah satunya Kompasiana. Ia menuturkan di kompasiana para humas bisa dengan leluasa mengekspresikan tulisannya, menceritakan berbagai hal baik tentang perusahaan maupun personal.

Teddy Poernama, Kepala Bidang Komunikasi Publik Kementerian BUMN yang juga hadir menambahkan bahwa dalam proses menulis tidak boleh secara bersamaan melakukan pengeditan, dikarenakan waktu dalam menulis akan habis untuk melakukan pengeditan. “Tulis saja terus apa yang ada dikepala sampai selesai, jangan tergoda buat mengkoreksi disaat sedang menulis,” tambah Teddy.

Menurut Teddy Poernama, para insan humas juga dapat menggunakan akun sosial media masing-masing sebagai langkah awal melatih dan memperkaya perbendaharaan kata-kata dalam menulis.

Kegiatan Program Percepatan Menulis PR Tanpa Batas, selanjutnya diisi dengan latihan menulis oleh para Humas yang hadir. Kemudian ditutup dengan penyerahan Buku hasil karya masing-masing narasumber kepada insan humas yang tulisannya terpilih sebagai tulisan terbaik dan penyerahan cindera mata kepada nara sumber dari Komunikasi Publik Teddy Poernama. (Dharmawan)

Sumber : www.fhbumn.or.id
Tanggal : 17 September 2015

Tags: