Masih Diminati Wisatawan Asing

Radar Bojonegoro | BLORA – Kereta uap buatan Jerman milik KPH Cepu masih tetap diminati oleh wisatawan asing. Kepala Sub Seksi Teknik dan Perlengkapan KPH Cepu Imam Wigusono Ari s mengaku, dalam setahun tiga sampai lima kali wisatawan asing mengunjungi kereta uap tersebut. “Setiap tahunnya pasti ada yang datang,”katanya, kemarin.

Dia menuturkan, wisatawan asing itu sudah tiga kali datang ke Cepu tahun ini. Mereka datang dari Jerman dan Jepang. “Alasan kedatangan merekahanya untuk melihat dan mengabadikan gambar saat kereta berjalan melintasi persawahan dan melintasi di wilayah hutan,” ujar dia.

Imam mengatakan, kereta uap ini merupakan kereta barangyang difungsikan untuk mengangkut tebangan kayu dari dalam hutan. Namun, dengan perkembangan zaman, kereta ini diubah menjadi kereta uap wisata mulai dari 1990-an sampai sekarang.

Dikatakan Imam, untuk menyewa kereta uap, para wisatawan mancanegara harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 13 juta untuk jarak kurang lebih 25 kilometer (km). Biaya tersebut untuk m embeli kayu dan air yang merupakan bahan baku utama untuk menggerakkan kereta.

“Kalau tidak ada bahan baku itu ya tidak bisa beijalan. Untuk menyewa maksimal 45 wisatawan yang bisa naik. Sebab, kalau lebih dari itu, ditakutkan kereta bisa anjlok,” ujar dia.

Sementara itu, untuk wisatawan lokal yang ingin menikmati kereta uap akan mendapat harga lebih murah dari wisatawan asing.
‘Kami juga menerima jika ada yang ingin menyewa dengan rute pendek. Mulai 5 km-10 km yang rutenya hingga Batokan, Kecamatan Cepu,”ujar dia. (aam/nas)

Sumber : Radar Bojonegoro, Hal. 38
Tanggal : 28 September 2015