Disiapkan, Reboisasi Hutan Lawu

Kedaulatan Rakyat – KARANGANYAR (KR) – Berbagai kalangan mulai menggalang gerakan massal reboisasi hutan Gunung Lawu. Disiapkan penanaman aneka jenis tanaman khas pegunungan untuk menggantikan area vegetasi yang hangus terbakar.

“Kami sudah melaporkan ke kantor pusat terkait kerusakan hutan Lawu akibat kebakaran. Selanjutnya tinggal menanti bagian perencanaan Perhutani untuk pelaksanaan program reboisasi,” kata Asisten Perhutani Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Arief Nurjati kepada KR, Minggu (4/10).

Laporan meliputi luasan hutan terbakar hingga rekomendasi jenis tanaman pengganti. Disadari langkah reboisasi tidak mampu dikerjakan sendiri Perhutani, namun perlu didukung stakeholder dari komunitas pecinta alam dan pemerintah setempat. Data terakhir menyebutkan, kebakaran pada Agustus lalu membabat habis petak 63 G seluas 1-5 hektare dan petak 63 H seluas 10 hektare di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambak. Kemudian petak 63 F seluas 25 hektare di RPH Nglerak.

“Akan diarahkan ke lokasi prioritas. Sebab tidak semua lokasi pascaterbakar, mudah ditanami kembali. Iokasi prioritas di hutan lindung, dengan jenis pohon kina dan puspa. Juga di petak terbakar yang dulunya kami tanami pada 2013 lalu,” katanya.

Wakil Administratur Perhutani Surakarta, Joni Andarhadi meminta petugas di lapangan benar-benar memetakan area potensial reboisasi. Ia menengarai tidak semua lahan hutan pascaterbakar dapat ditanami pohon produktif.

“Kebanyakan area terbakar di Lawu itu berupa rumput dan ilalang. Jika ada lahan produktif, tentu akan diutamakan penanaman di sana. Nanti dilihat bagaimana hasil pemetaannya,” terangnya.

Sementara itu Kasubid Pengendalian Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar, Soenarto berharap gerakan massal reboisasi hutan Lawu mampu memulihkan ekosistem. Disebutnya, pada peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang, komunitas pecinta alam akan menghelat upacara di puncak gunung Lawu sambil menanam seribu pohon. Selain mendorong gerakan penghijauan hutan Lawu, difokuskan pula penanaman tanaman berbatang keras di area tangkapan air. (M-8)-g

Sumber : Kedaulatan Rakyat, hal. 15
Tanggal : 5 Oktober 2015