Konsep Forest Thinning Tingkatkan Energi Biomassa

Investor Daily – Pemanfaatan hutan yang baik dinilai mampu meningkatkan produksi dan penggunakan energy alternatif biomassa. Konsep forest thinning atau merapikan hutan mampu meningkatkan biomassa.

“Dengan biomassa oleh masyarakat diharapkan mampu untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di sektor rumah tangga, “kata Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, di Jakarta, Kamis (15/10). Menurut Komaidi, pemanfaatan hutan yang efektif juga bisa mendorong ketersediaan bahan baku untuk biomassa.

Komaidi mengatakan, biasanya masyarakat sekitar hutan cukup arif memperlakukan hutan karena mereka menggantungkan kebutuhan dari hutan tersebut “Masyarakat juga bergantung pada hutan untuk sumber energi, sederhananya mereka bisa mendapatkan kayu bakar untuk memasak,”ujarnya.

Dia memproyeksikan, kedepannya energi alternatif biomassa akan berkembang dengan mulai dibangunnya pabrik-pabrik biomassa disejumlah daerah di Indonesia. Namun, pembangunan pabrik dan ketersediaan bahan baku juga harus dibarengi dengan kelestarian hutan sebagai penyedia bahan.

Untuk itu, PT Energi Biomassa Indonesia (EBI) anak usaha PT Energi Management Indonesia (EMI) mengharapkan ada kebijakan dari pemerintah untuk mendorong pengelolaan hutan yang lebih baik. Seperti forest thinning maupun metode lain yang bisa menjaga hutan dan meningkatkan nilai serta potensi hutan.

Satrio Astungkoro, Direktur Utama EBI mengatakan, selain kebijakan juga perlu adanya pengawasan, serta evaluasi untuk menjaga keberlangsungan hutan.

Penerapan reward dan punishment, katanya, juga harus tegas dan transparan.

Menurut dia, jika hutan tersebut dimanfaatkan dengan baik, maka bisa mengembangkan energy terbarukan berbasis biomassa. “Kami menyayangkan terjadinya pembakaran hutan, terutama jika penyebabnya adalah pembakaran yang disengaja untuk land clearing,”kata dia.

Dia mengatakan, hutan hutan tersebut memiliki potensi dan nilai tinggi jika dipertahankan. EBI sebagai perusahaan Biomassa melihat peran vital hutan sebagai penyedia energy berbasis biomassa.

Dia mengatakan, penerapan forest thinning, yakni merapikan dan memberikan ruang tumbuh di hutan yang terlalu padat agar pepohonan bisa tumbuh lebih sehat. Hasil pembersihan hutan seperti pohon kering atau pohon yang sudah busuk nantinya bisa digunakan sebagai sumber energy berbasis biomassa.

Dengan forest thinning ini, menurut Satrio bisa mencegah meluasnya area kebakaran hutan.

Namun, penerapan ini juga membutuhkan banyak sumber daya manusia (SDM).

“Forest thinning untuk menggerakan biomassa akan menyerap banyak tenaga kerja, untuk mengolah sampah hutan menjadi energy, sehingga ini akan membuka lapangan pekeijaan untuk masyarakat sekitar juga,”ujarnya.

Dia mengatakan, konsep forest thinning sudah diterapkan di Amerika, seperti di daerah California yang sering terjadi kebakaran hutan.

Induk usaha EBI yakni EMI berencana bekerjasama dengan Perum Perhutani untuk membuat hutan energi dan membangun power plant yang diharapkan mampu menunjang produksi pabrik sagu Perhutani di Papua. Selain itu, EMI juga akan membangun power plant.

(es)

Sumber : Investor Daily, hal. 9
Tanggal : 16 Oktober 2015