KPH Perhutani Siapkan Reboisasi

Radar Solo – Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Surakarta menyiapkan reboisasi di hutan Gunung Lawu yang terbakar beberapa hari terakhir. Perhutani kembali mengingatkan masyarakat, terutama para pendaki untuk lebih berhati-hati dalam beraktifitas di area Gunung Lawu.

Administratur Kesatuan Pemangku Hutan Surakarta Perum Perhutani Bob Priambodo mengungkapkan, banyak faktor yang menjadi penyebab kebakaran. Pertama faktor alam karena kekeringan panjang.

“Saat ini kebakaran sangat mudah terjadi. Karena gesekan ranting saja bisa terbakar,” jelas Bob kepada Radar Solo disela pemantauan evakuasi korban kebakaran di Pos Cemoro Kandang, Tawangmangu, kemarin.

Faktor kedua disebabkan karena kelalaian manusia. Hal ini bisa berupa pembakaran maupun putung rokok. Namun pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran Lawu kemarin. Karena api masih terus berkobar. Namun demikian, Perhutani akan segera melakukan langkah perbaikan melalui reboisasi.

“Setelah diketahui berapa luas lahan yang terbakar, nanti kita usulkan untuk penanam kembali. Di samping itu, kita dorong masyarakat setempat untuk ikut terlibat,” imbuhya.

Pihaknya kembali menekankan agar masyarakat tak beraktifitas yang beresiko memicu kebakaran. Saat ditanya terkait faktor kebakaran Lawu yang mengakibatkan korban jiwa, Bob belum dapat memastikan asal api tersebut. Hal itu butuh penyelidikan lebih jauh yang melibatkan pihak terkait.

“Yang jelas, saat-saat sekarang ini hutan rawan terbakar karena kondisinya sangat kering. Perlu kesadaran dari pendaki maupun masyarakat agar lebih berhatihati,” tandasnya.

(adi/edy)

Sumber : Radar Solo, hal. 4
Tanggal : 20 Oktober 2015