Perhutani Berdayakan Masyarakat Dengan Hutan Rakyat

GARUT, PERHUTANI (15/10) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten melakukan pembinaan kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mitra Perhutani dalam program hutan rakyat dari 14 KPH yang ada di Jawa Barat dan Banten. Pembinaan tersebut bekaitan dengan inventarisir aset dan bagaimana mengelola hutan rakyat tersebut sampai dengan panen nanti.

Kepala Seksi tanaman dan hutan rakyat Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Ahmad Rusliadi mengatakan bahwa pembinaan ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka memberdayakan dan memberikan arahan teknis kepada mitra Perhutani yang sejak tahun 2009 telah tergabung dalam mengelola hutan rakyat.

“ Program hutan rakyat ini sudah berjalan sejak tahun 2009 sampai tahun 2013, diantara itu ada yang sudah mau berakhir masa kerjanya, nah dengan begitu kita akan memberikan arahan mau dibagaimanakan hasil kayunya nanti dan program ke depannya bagaimana. Tapi yang lebih kita tekankan adalah pemberdayaan masyarakat, makanya kita datangkan dosen dari IPB untuk memberikan ilmu bagaimana membuat persemaian yang benar, cara menanam yang benar, cara membuat kompos, cara membuat arang,” tambahnya.

Ahmad menjelaskan total luas area dalam program hutan rakyat di seluruh Jawa Barat dan Banten seluas 4225 hektar yang ditanam dalam lahan milik masyarakat. Jadi hutan rakyat ini merupakan program penanaman pohon keras yang ditanam di luar area milik perhutani untuk memberdayakan masyarakat di sekitar hutan Perhutani dengan anggaran total dari tahun 2009 sampai 2013 sebesar Rp.19miliar.

Ditanya terkait bagi hasil masyarakat dengan perum Perhutani, Ahmad menjelaskan di tiap KPH memiliki MoU berbeda terkait persentasenya, namun yang lebih banyak diutamakan harus masyarakat. “Tergantung kesepakatan, tapi yang diutamakan dan lebih besar persentasenya harus masyarakat. Diantaranya ada yang 80:20, ada yang 70:30, bahkan pemerintah desa juga kebagian persentase bagi hasil di situ,”kata Ahmad.
Dosen Fakultas kehutanan institut pertanian Bogor (IPB), Andi Sukendro mengatakan bahwa harus ada pendampingan bagi petani dari badan penyuluhan atau dari mahasiswa agar program ini berjalan baik dan tanaman itu bisa tumbuh sesuai dengan harapan.
Editor : Dadang K Rizal

Copyright ©2015

Artikel Terkait:

Tags: