Perhutani Santuni Korban Kebakaran Hutan Ponorogo

KBRN, Jakarta : Jajaran Direksi Perum Perhutani secara khusus meninjau lokasi hutan Ngilo-ilo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang terbakar pada Kamis (29/20/2015) lalu, serta memberi santunan terhadap keluarga korban jiwa mandor hutan maupun tiga warga saat berupaya memadamkan api.

“Kami mewakili Perum Perhutani datang untuk mengungkapkan rasa bela sungkawa terhadap keluarga korban, sekaligus melihat langsung lokasi kebakaran,” ujar Direktur Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perum Perhutani, Heru Siswanto, di sela-sela kunjungannya di Ponorogo, Jumat (30/10/2015).

Selain mengunjungi rumah duka dan lokasi kebakaran, perwakilan perum perhutani tersebut juga menyerahkan santunan kepada keempat korban meninggal dunia, yaitu Suyitno (mandor hutan), Budianto, Jaimun, serta Paijun.

“Untuk bapak Suyitno selaku petugas lapangan perhutani, kami berikan santunan sebesar Rp50 juta sebagai uang duka sekaligus penghargaan atas jasa-jasa yang diberikan,” kata Heru.

Selain santunan uang, lanjut Heru, Perhutani juga memberikan kenaikan pangkat anumerta atau jenjang jabatan lebih tinggi kepada Suyitno yang meninggal pada saat menjalankan tugas.

Sementara untuk tiga warga lain yang ikut menjadi korban dalam peristiwa kebakaran hutan pinus petak 49 Dusun Barak, Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Heru memastikan masing-masing mendapat santunan sebesar Rp25 juta.

“Nanti akan kami bantu untuk klaim asuransinya. Perhutani juga akan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang ditinggalkan,” ujarnya.

Suasana haru tampak mewarnai kunjungan direksi perhutani beserta jajaran serta perwakilan forum pimpinan daerah Ponorogo tersebut.

Santunan untuk Suyitno diserahterimakan langsung kepada istri korban, Jerumi, di rumah duka Dukuh Plempoh, Desa Karang Patihan, Kecamatan Balong, Ponorogo, didampingi sejumlah keluarga yang lain.

“Tidak ada firasat apa-apa namun malam sebelum kejadian Suyitno terlihat lebih banyak diam, meki dirumahnya ada acara tasyakuran,” kata Hariyadi, (50) keponakan almarhum.

Dalam siaran pers sebelumnya, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kebakaran hutan pinus milik Perhutani di Petak 49 Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung terjadi pada Kamis (29/10/2015) siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

Kronologi kejadian, pada pukul 10.00 WIB telah terjadi kebakaran hutan pinus milik Perhutani tepatnya di petak 49 Desa Ngilo-ilo Slahung.

Pada pukul 11.00 WIB mandor perhutani Suyitno (43) bersama masyarakat sekitar naik ke lokasi kebakaran dengan maksud ingin memadamkan api.

Sekitar pukul 12.00 WIB atau pada saat sedang melaksanakan pemadaman tiba-tiba terjadi angin kencang dan mengakibatkan api membesar, sehingga membuat puluhan warga dan petugas itu panik dan semburat menyelamatkan diri.

Tak berselang lama, sekitar pukul 13.15 WIB warga yang selamat dan terlibat dalam pemadaman kembali berkumpul untuk melaksanakan pengecekan, dan diketahui masih ada empat orang tidak ada.

Pukul 13.45 WIB warga berupaya mencari keempat orang itu dan masih belum ditemukan.

Pukul 14.00 WIB, terang Sutopo, empat orang yang dicari ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat terbakar. Kemungkinan korban pingsan saat menghirup asap pekat kemudian terbakar. (Rell Perhutani/HF/DS)

Tanggal : 31 Oktober 2015
Sumber : RRI.co.id