Sumber Kasri Jadi Pusat Wisata Kuliner dan Pemancingan

Radar Malang – PROGRAM Jelajah Patirtan yang digagas Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini mendapat sambutan istimewa dari warga Dusun Kasri, Desa Kasri, Kecamatan Bululawang. Itu terlihat saat rombongan tim Jelajah Patirtan yang didukung Perum Perhutani KPH Malang, PDAM Kabupaten Malang, dan Jurusan Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) ini tiba di Sumber Kasri, disambut ratusan warga.

Mereka berjubelan di pinggir jalan saking antusiasnya melakukan penyambutan. Bahkan, tim Jelajah Patirtan bersama Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang Wahyu Hidayat diminta warga untuk turun dari kendaraan sekitar 500 meter dari sumber. Rombongan tim jelajah pun diarak dan diiringi bantengan, macan-macanan, dan leang-leong. Kesenian yang dimainkan warga Kasri itu mengawal rombongan tim jelajah sampai ke Sumber Kasri

Dan di tepi kanan-kiri jalan juga tampak ratusan orang yang berebut untuk mengabadikan momen tersebut. Bahkan, saat tiba di lokasi sumber yang luasnya mencapai 8.000 meter persegi itu, ratusan warga juga sudah memadati area tersebut

Tak hanya itu, saat leang-leong yang panjangnya lebih dari 10 meter itu mengitari lokasi kolam renang Sumber Kasri, mereka juga mengikutinya. Seolah-olah mereka tak ingin ketinggalan sedikit pun momen, mereka pada berebut mengabadikan kegiatan ini. “Seru banget kegiatan ini (jelajah), bisa gali potensipelosok desa, terutama di bidang wisata air,” kata Riska Dwi Sulistyati, salah satu warga Desa Kasri pada Minggu (27/9) lalu.

Sementara itu, Kepala Desa Kasri M Kusaini mengatakan, antusias warganya dalam penyambutan rombongan tim Jelajah Patirtan karena ingin memberikan apresiasi kepada tim. Sebab dengan adanya kegiatan tersebut, potensi desa terutama di bidang wisata air bisaterangkat. “Kamicumakasih tahu warga kalau SumberKasri akan didatangi tim Jelajah Patirtan. Dan mereka langsung menawarkan diri untuk mengadakan berbagai kesenian tradisional saat penyambutan,” ucap kepala desa yang sudah menjabat selama dua periode itu.

Lebih lanjut, hal tersebut dilakukan warganya secara sukarela karena mereka paham bahwa kegiatan ini akan berdampak positif, terutamabagi sektor wisata di Desa Kasri. Sehingga, perekonomian desa dinilai akan lebih terdongkrak, terutama di sektor wisata airnya. “Kalau sumbernya rame, pasti warga yang jualan di sekitar sumber akan laku,” tandas pria satu putra itu.

Potensi Sumber Kasri ini tak hanya wisata air. Keberadaan sumber itu juga sangat membantu mengaliri 138 hektare sawah.

Hal senada juga disampaikan Imam Suhartono. Pengelola wisata Sumber Kasri sekaligus pengelola badan usaha milik desa (Bumdes) Kasri ini menambahkan, pihaknya juga mengadakan lomba memancing dua kali dalam seminggu. Yakni tiap hari Jumat pukul 14.00 WIB dan Senin pukul20.00 WIB. “Ini salah satu carakamiuntuk menarik wisatawan datang kesini. Karena kalau cuma mengandalkan wisata air (kolam renang alami, Red) kurangbervariasi,” imbuh mantan kepala Desa Kasri itu.

Bahkan, masih kata Imam, saat diadakan lomba tersebut pesertanya bisa mencapai 190 orang tiap lomba. Sedangkan untuk hadiah nominalnya bervariasi, mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 2 0 juta per lo mbanya. Dan untuk biaya pendaftaran rata-rata Rp 35 ribu. “Kalau peserta dari luar kota masih sekitar 25 persen dari jumlah total peserta,” ungkap pria dua putra tersebut.

Tak hanya itu, lanjutnya, di tempat ini juga akan dikembangkan wisata kuliner pancing ikan mujair dan nila. Ya, wisatawan disediakan kolam pancing sekitar 13×38 meter di bagian selatankolam renang. “Tigabulan lagi sudah bisa beroperasi wisata kuliner pancing alami ini Karena pengembangan darikolam renang tadi, sekarang kolam renangnya cuma di bagian utara dan dikasih air kalau musim liburan,” imbuh pensiunan anggota TNI itu.

Terpisah, Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen mendukung pengembangan wisata air di Sumber Kasri. Terutama dalam hal pengembangan wisata dan normalisasi irigasi lahan pertanian warga. “Karena wisatanya harus ramai dan lahan pertaniannya harus tetap teraliri air dengan optimal,” ungkap mantan camat Tajinan tersebut (lm/c2/abm)

Sumber : Radar Malang, hal. 33 & 43
Tanggal : 2 Oktober 2015

Tags: