Warga Ngliron Manfaatkan Sumber Air Tepusan Perhutani Randublatung

Salah satu sumber mata air yang dimanfaatkan oleh penduduk desa hutan ngliron

Dok. Kom-PHT/RDB @2015

RADUBLATUNG, PERHUTANI (3/10) | Lembaga Masyarakat Desa Hutan ( LMDH ) Sidodadi Mulya, Ngliron binaan Perhutani Randublatung memfasilitasi jaringan pipanisasi  sumber mata air Tepusan di petak 33 Resort Pemangkuan Hutan ( RPH ) Banyuasin, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH ) Ngliron, untuk dimanfaatkan  35 Kepala Keluarga desa Ngliron, demikian disampaikan Asisten Perhutani BKPH Ngliron Lukman Jayadi.

Musim kemarau kali ini warga sulit mendapatkan air bersih untuk minum, mandi dan cuci. Selain kekurangan air, warga juga terancam gagal panen akibat kekeringan, kesulitan mencari pakan ternak karena rumput mengering, dan mata air  mulai mengering.  Banyak warga mencari air ke desa-desa lain.

Namun bagi warga desa Ngliron sumber air bersih masih bisa diperoleh dari kawasan hutan  Perhutani Randublatung berkat keuletan pengurus LMDH Sidodadi Mulya memanfaatkan sumber air Tepusan. Sumber mata air dalam kawasan hutan tersebut dialirkan ke desa dengan menggunakan pipa paralon dengan memanfaatkan perbedaan topografi atau ketinggian antara kawasan hutan dan desa. Air dialirkan ke penampungan sebelum didistribusikan kerumah-rumah warga yang membutuhkan.

Ketua LMDH Sidodadi Mulya Desa Ngliron Blora, Mugiyono mengakui bahwa pembangunan pipanisasi tersebut menggunakan dana dari bagi hasil atau sharing dari program Pengelolaan Hutan bersama Masyarakat (PHBM) dengan Perhutani.

“Pembangunan jaringan pipa air  di desa Ngliron tersebut didanai sepenuhnya oleh LMDH Sidodadi Mulya dan manfaatnya telah dirasakan dua tahun silam oleh 35 Kepala Keluarga. Ke depan sambungan jaringan tersebut direncanakan akan diperluas lagi dan saat ini telah dijajagi kerjasama dengan pihak lain terkait teknologi sehingga yang dirintis LMDH Sidodadi Mulya akan memberikan manfaat lebih nyata bagi warga” kata Mugiyono yang juga Kepala Dukuh  tersebut.

Bahkan salah satu warga Ngliron, sebut saja Amin mengatakan bahía warga memberikan kontribusi berupa uang pemeliharaan pipa saluran air kepada pengurus. Biaya tersebut lebih ekonomis dibanding dengan membeli air beberapa tahun lalu (Kompersh/rdb/andan)

Editor: Soe

copyright©2015