Bondowoso Juarai Uji Cita Rasa Kopi Nusantara

RRI.CO.ID, BONDOWOSO (25/7/2016) | Direktur Puslitkoka Indonesia Dr. Misnawi, juri lomba uji cita rasa kopi dalam gelar Festival Kopi Nusantara di Bondowoso mengatakan, kopi merupakan produk bahan kenikmatan yang pemasarannya 90 persen ditentukan dengan kualitas.

“Kopi saat ini dijual sebagai produk yang mengandalkan kualitas, harganya 90 persen ditentukan oleh kualitas, berbeda dengan harga produk yang masih mengedepankan kuantitas,” kata Misnawi, Senin (25/7/2016).

Ia mengemukakan, lomba uji cita rasa kopi dalam Festival Kopi Nusantara yang digelar Pemkab Bondowoso pada tanggal 23-24 Juli 2016, hanya dinilai dari kualitas barangnya saja atau nilai intrinsiknya. Meskipun demikian, Misnawi mengapresiasi Pemkab Bondowoso karena dalam festival ini menjual pendatang baru yakni kopi rakyat yang dikerjasamakan dengan Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bondowoso.

“Ada keunikan untuk Bondowoso, karena yang dijual adalah pendatang baru, sebenarnya di Bondowoso sudah ada pemain lama yaitu PTPN XII, namun yang dikembangkan oleh Bupati adalah kopi-kopi dari rakyat, yang pengawasannya lebih sulit dibandingkan dengan mengawasi sebuah perusahaan,” pungkasnya.

Sementara itu, pemenang dalam lomba Uji Cita Rasa Kopi Nusantara dimenangkan oleh petani asal  Bondowoso, Jawa Timur, Suyitno. Ia tidak mengira bisa menyisihkan petani kopi lainnya, seperti Aceh yang terkenal dengan Kopi Arabica Gayoh dan Sulawesi dengan Kopi Toraja. Menurutnya ini suatu kejutan dan sebuah kebanggaan yang harus dipertahankan.

“Prestasi ini harus saya pertahankan,” katanya kepada RRI, Senin (25/7/2016).

Ia mengemukakan, untuk menjaga kualitas kopi memang tidak mudah, namun selama mengikuti prosedur yang ditentukan bisa dipastikan kualitas kopi tetap terjamin. Saat ini, mantan Kapolsek Pujer Polres Bondowoso ini memiliki 40 hektar lahan kopi Arabica yang ditanam dibawah tegakan hutan kawasan perhutani diatas ketinggian 900 meter dari permukaan laut.

“Saya bertani kopi sejak 1986, awalnya kopi Robusta dan mulai beralih ke Arabica sejak 2013,” pungkasnya.

Juara cita rasa kopi nusantara kedua diraih Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Tengah, disusul Ibu Atieq CV Frinsa Agrilestari KP Mulyana dari Bandung.

Ada 84 kelompok tani yang mengikuti Uji Cita Rasa Kopi yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Kopi Nusantara. Jauh hari sebelumnya peserta mengirimkan sampel kopi yang akan dilombakan kepada tim juri, salah satunya dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur.  (DA/DS)

Tanggal : 25 Juli 2016
Sumber : rri.co.id