Pertamina dan Perhutani Dukung Desa Wisata Ledok

SUARAMERDEKA.COM, BLORA (23/7/2016) | Keinginan Pemkab dan masyarakat Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora, untuk menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata, mendapat dukungan penuh Perhutani dan Pertamina.

Dukungan kedua perusahaan milik negara itu diperlukan, karena sebagian wilayah Desa Ledok yang mempunyai destinasi wisata, masuk kawasan hutan yang dikelola Perhutani. Di desa tersebut juga terdapat penambangan minyak Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Cepu.

Administratur (ADM) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu Endro Koesdijanto menyatakan dukungannya agar potensi kolam renang Kedungpupur yang ada di Desa Ledok, dikembangkan menjadi objek wana wisata.

Agar lingkungan hutan di sekitar Kedungpupur tetap asri, Perhutani bersedia tidak akan menjadikan kawasan tersebut menjadi hutan produksi, melainkan hutan lapangan dengan tujuan istimewa (LDTI).

‘’Dengan demikian, pohon tidak akan ditebang untuk dijual. Itu sama halnya seperti hutan jati yang ada di Gubug Payung,’’ujar Endro Koesdijanto. Dia menegaskan, Perhutani KPH Cepu siap menjalin kerja sama dengan Pemkab Blora terkait dengan pengembangan Kedungpupur menjadi salah satu destinasi wisata.

‘’Ajukan saja rencana kerja dan syarat (RKS), biar nanti bisa dipelajari dan disetujui untuk dikerjasamakan. Tidak hanya pengembangan wisata di lingkungan hutan saja, tetapi perbaikan jalan hutan oleh Pemkab juga harus ada RKS,’’ kata Endro.

Menarik

Ledok memiliki daya tarik tersendiri untuk wisata sumur minyak tua, terlebih di tempat ini terdapat situs Sumur Magung, yakni sumur minyak yang kali pertama ditemukan di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Di Desa Ledok hingga saat ini juga terdapat penambangan sumur minyak tua yang dilakukan secara tradisional oleh penambang.

Wakil Bupati Blora H Arief Rohman mengemukakan, Pemkab telah menyurati Dirjen Migas Kementerian ESDM untuk meminta dukungan pengembangan wisata sumur minyak tua di Desa Ledok. Surat senada ditujukan juga kepada Perhutani.

Dirjen Migas Kemen ESDM I Gede Nyoman Wiratmaja telah mengirim surat balasan tertanggal 28 Juni 2016. Pemkab menindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi, Selasa (19/7).

Rakor di ruang pertemuan Wabup itu diikuti perwakilan SKK Migas Jabanusa, Pertamina EP Asset 4 Cepu, Perhutani KPH Cepu, Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI), Bappeda, BLH, Camat Sambong, serta Kades Ledok.

‘’Kami ingin menata agar kawasan Kedungpupur terkoneksi dengan wisata sumur tua di Desa L1edok dan bisa lebih bagus, sehingga menarik wisatawan. Pemkab akan menyusun masterplan untuk diajukan ke SKK Migas, Pertamina EP, dan Perhutani,’’ kata Wabup.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, M Fatah Yasin saat rapat mengatakan, pada dasarnya SKK Migas akan mendukung niat Pemkab Blora untuk mengembangkan potensi wisata sumur tua di Ledok. Begitu juga dengan Tiara Kartika, wakil asisten Manager Humas Pertamina EP Cepu.

Dia menegaskan, prinsipnya Pertamina EP Cepu memberikan dukungan penuh. ‘’Jika memang Pemkab Blora serius, ini akan menjadi desa wisata yang menarik,’’ ungkapnya. (H18-37)

Sumber : suaramerdeka.com
Tanggal : 23 Juli 2016