Produksi Pertanian Banten Meningkat

BANTEN POS, SERANG (19/7/2016) | Produksi padi. jagung dan kedelai di Banten selama 2015 secara umum meningkat Hal ini berdasarkan rilis BPS Banten yang diampaikan kepada media, kemarin. Data disajikan dengan angka tetap (ATAP) 2015, sebab angka sementara (ASEM) realisasi produksi selama setahun belum final, karena antisipasi kelengkapan laporan.

Data yang disajikan berupa luas panen, produktivitas serta angka produksi. Kepala BPS Banten, Agoes Soebeno mengatakan, produksi padi Banten tahun 2015 sebesar 2,19 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Peningkatan itu sebesar 143,11 ribu ton atau naik tujuh persen bila dibandingkan produksi padi tahun 2014 yang hanya 2,05 juta ton. Peningkatan dipengaruhi naiknya luas panen padi dari 386,40 ribu hektar pada 2014 menjadi 386,68 ribu hektar pada 2015.

“Peningkatan produksi padi juga dipengaruhi meningkatnya produksi padi sawah. Pada tahun 2015 mencapai 2,13 juta ton. Peningkatan 164,21 ribu ton atau 8,36 persen bila dibandingkan tahun. 2014 yang hanya mencapai 1,96 juta ton,” katanya.

Agus melanjutkan, produktivitas padi sawah pada 2015 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 54,29 ku/ ha pada 2014 menjadi 57,79 ku/ha pada 2015 atau meningkat sebesar 6,44 persen. “Pola panen padi pada Januari-Desember tahun 2015 relatif sama dengan pola panen tahun 2014 dan 2013. Puncak panen terjadi pada 2015,2014 dan 2013 yang juga terjadi pada Maret. Namun, pada 2015 ada indikasi mundur tanam, sehingga panen April dan Mei jauh lebih tinggi dari tahun 2013 dan 2014.

Sementara itu produksi jagung tahun 2015 mencapai 11,87 ribu ton pipilan kering atau meningkat sebesar 12,90persen. Bila dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 1031 ribu ion. Peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh naiknya luas panen sebesar 11,61 persen dan peningkatan produktivitas sebesar 1,15 persen dari 3336 kuintal per hektar menjadi 33,74 kuintal per hektar.

“Peningkatan luas panen jagung disebabkan adanya program perluasan areal tanam (PAT) jagung seluas 6.000 hektar yang tersebar di Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang. Peningkatan luas panen jagung juga disebabkan penanaman jagung yang dilakukan masyarakat dan petani dengan bantuan TNI,” katanya.

Agus menambahkan, keterlibatan prajurit memberikan dukungan bagi peningkatan produksi jagung. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan-lahan di kawasan industri Kota Cilegon dan lahan milik pengembang perumahan yang belum digunakan di Kota Tangerang Selatan.

Sementara, data produksi kedelai tahun 2015 mencapai 7,29 ribu ton biji kering atau mengalami peningkatansebesar 0,91 ribu ton atau 14,20 persen bila dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 638 ribu ton. Peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh naiknya luas panen dari 4.82 ribu hektar di tahunv2014 menjadi 5,32 ribu hektar pada2015 atau naik sebesar 10,40 persen.

“Peningkatan produksi kedelai pada tahun 2015 dikarenakan adanya program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) kedelai seluas 3.992 hektar di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, dan Kota Cilegon serta program Peningkatan Areal Tanam (PAT) kedelai di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang seluas 2.250 hektar,” jelasnya.

Kabupaten Pandeglang sebagai salah satu sentra tanaman kedelai khususnya di Pandeglang bagian selatan, penanaman kedelai di daerah tersebut memanfaatkan lahan-lahan di kawasan kehutanan, dengan pola tanam tumpang sari atau ditanam pada sela-sela tanaman kehutanan milik Perhutani. Sehingga menambah luas panen kedelai di Banten pada tahun 2O15.(SUFMOR)

Tanggal : 19 Juli 2016
Sumber : Banten Pos, hal – 10