Resume Hasil Monitoring Dan Evaluasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT)

RESUME
HASIL MONITORING DAN EVALUASI
KAWASAN BERNILAI KONSERVASI TINGGI (KBKT)

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan resume hasil monitoring dan evaluasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) sebagai berikut :

Letak kawasan KPH Kebonharjo secara administratif.

  • Kabupaten Rembang : 13,092,58 Ha
  • Kabupaten Blora : 1.759,08 Ha
  • Kabupaten Tuban : 3.057,44 Ha
    Total : 17.739,10 Ha

Pembagian kawasan KPH Kebonharjo

  • Kawasan Lindung : 3.730,36 Ha
  • Kawasan Produksi : 13.274,1 Ha
  • Kawasan Penggunaan lain : 734,64 Ha
    Jumlah kawasan perlindungan : 3.730,36 Ha

Sebaran Keberadaan Kawasan Nilai Konservasi Tinggi (KBKT) di KPH Kebonharjo sebagai berikut :

Keaneka Ragaman Hayati ( NKT 1.1 )

  1. Hutan Lindung Gunung Lasem : 2.435,90 Ha
  2. Cagar Alam Gn Butak : 97,20 Ha
  3. Suaka AlamSumber semen : 13,20 Ha

Kawasan bentang alam yg penting bagi dinamika ekologi secara alam : NKT 2 seluas : 2.026,7 Ha

Kawasan yang mempunyai Ekosistem yg langka/terancam NKT3 : 93,15 Ha

Kawasan yang menyediakan jasa-jasa lingkungan alami NKT4 :

  1. Tangkapan air ( DAS ) : 11,6 Ha
  2. Daerah Curam : 86,849 Ha
  3. Daearah pengendalian Erosi : 1.665,7 Ha

Kawasan hutan untuk identitas budaya tradisional komunitas lokal NKT6 : 8,18 Ha

Rujukan yang digunakan :
Laporan Monitoring dan evaluasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi Tahun 2015 KPH Kebonharjo.

Metode Monitoring
Pelaksanaan monitoring yang dilakukan di Kawasan Bernilai Konservasi Tingggi sbb:

  1. Semua kawasan yang memiliki fungsi keanekaragaman hayati bagi kawasan lindung atau konservasi tinggi (NKT 1.1)
  2. Semua kawasan yang merupakan Habitat bagi Populasi spesies yang terancam penyebaranya terbatas /dilindungi ( NKT 1.3 )
  3. Semua kawasan yang merupakan habitat bagi spesies/ sekumpulan spesies yg digunakan secara Temporer (NKT 1.4)
  4. Semua kawasan yang mempunyai Ekosistem yang langka/ terancam Spesies Interst (NKT 2.3)
  5. Kawasan yang mempunyai Ekosistem yang langka/ Terancam ( NKT 3 )
  6. Kawasan yang mempunyai jasa-jasa lingkungan alami ( NKT 4)
  7. Kawasan yang penting pengendalian Erosi (NKT 4.2)
  8. Kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat lokal (NKT 5)
  9. Kawasan hutan yang mempunyai fungsi penting untuk identitas budaya tradisional komonitas lokal ( NKT 6 )

Hasil Monitoring Kawasan Bernilai Konservasi tinggi sebagai berikut :
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi pada tahun 2015 semua kawasan yang memiliki fungsi keanekaragaman hayati bagi kawasan lindung atau konservasi tinggi (NKT 1.1) selama 5 (Lima) tahun tidak terdapat kerusakan maupun pengolahan tanah secara terus menerus.

Upaya yang telah dilakukan :

  1. Melakukan monitoring dan Evaluasi setiap tahun.
  2. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan tentang pentingnya Konservasi pada Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi.
  3. Penandaan dan plangisasi/ hibauan untuk ikut menjaga kelestarian keberadaan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi.
  4. Patroli keamanan secara rutin oleh pihak keamanan.
  5. Pengenalan papan identifikasi pengelolaan jenis-jenis biodiversity.
  6. Melaksanaan pengkayaan pada lokasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi.

 

Sebagai wujud implementasi Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) di KPH Kebonharjo khususnya di bidang lingkungan kami telah melakukakan pengelolaan Kawasan Bernilai konservasi Tinggi (KBKT) sejak tahun 2005, dan dilakukan monitoring dan evaluasi setiap tahun.

Guna upaya perbaikan kegiatan pengelolaan yang kami lakukan,dengan hormat mohon ada saran/ tanggapan/ masukan terhadap kegiatan tersebut.

Mohon saran/ tanggapan/ masukan tersebut dapat dikirim balik ke alamat :

Perum Perhutani KPH Kebonharjo
Jln Raya Jatirogo –Lasem Desa Kebonharjo,Kab.Tuban Jawa Timur
atau alamat fax – (0536551703).

Demikian untuk menjadikan maklum dan atas sarannya kami sampaikan terima kasih.

Download :  Blangko Saran

 

 

Artikel Terkait: