Tax Amnesty Sampai Tambang Papua, Pertanyaan Siswa Dalam BUMN Mengajar

RRI.CO.ID, PAMEKASAN (29/7/2016) | Kegiatan Perhutani dalam program “BUMN Mengajar” pada Kamis (27/7) selain di SMA Negeri 3 Surakarta oleh Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Perhutani Jawa Tengah, juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pamekasan Madura oleh Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Perhutani Jawa Timur, Andi Purwadi kepada lebih kurang 165 siswa dari berbagai kelas X-XII.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pamekasan Pulau Madura, Dra Faridah, M.Pd menyatakan kegembiraannya dan bangga karena sekolah yang dipimpinnya dipilih Perhutani menjadi salah satu sasaran kegiatan “BUMN Mengajar 2016”.

“Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa. Selain itu terjalin kerja sama yang baik antara Perum Perhutani dengan SMA Negeri 1 Pamekasan, syukur bisa dituangkan dalam MOU. Pemilihan sekolah di Pulau Madura ini tepat dan lagi acara ini waktunya pas anak-anak baru saja masuk semester baru,” ungkap Faridah.

Salah satu siswa yaitu Agus menyatakan kebanggaannya mengikuti acara ini.

“Dari awal saya terkesan dengan penjelasan Perhutani. Banyak pengetahuan tentang peran BUMN dan kegiatan Perhutani. Ternyata Perhutani tidak hanya mengelola hutan tapi juga membantu masyarakat hutan dan mengelola wisata,” kata siswa tersebut.

Para siswa antusias terlibat diskusi panjang, mulai dari bertanya berapa lama tanaman hutan bisa dipanen, sampai pertanyaan kritis apa itu “tax amnesty”, juga mengapa tambang Papua tidak dikelola BUMN saja. Seharusnya mereka pulang sekolah jam satu, akhirnya molor sampai jam empat sore karena banyaknya pertanyaan tentang peran-peran BUMN dari siswa.

Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani, John Novarly menyatakan bahwa¬† program “BUMN Mengajar” sebelumnya dilaksanakan oleh Direksi di lokasi asal sekolah masing-masing anggota Direksi tersebut. Tetapi tahun ini, sesuai ketentuan dari Kementerian BUMN kegiatan “BUMN Mengajar” dapat dilakukan oleh Kepala Wilayah BUMN di wilayah masing-masing. Perhutani menetapkan enam lokasi mengajar di empat provinsi Pulau Jawa dan Madura. (Rell/PHT/HF/AA)

Tanggal : 29 Juli 2016
Sumber : rri.co.id