Kerjasama Perhutani, IPB, dan UGM, Bisnis Pengelolaan Hutan Dikaji

JURNALASIA.COM, JAKARTA (27/10/2016) | Perhutani menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meneliti dan mengkaji bisnis model pengelolaan sumber daya hutan. Penelitian bersama (joint research) dengan dua perguruan tinggi itu diharapkan dapat memberikan masukan pola pemanfaatan hutan dengan pangan yang tepat di masa depan.

“Kami ingin mengetahui faktor-faktor yang paling berperan dalam mendorong keberhasilan pengelolaan hutan dengan interaksi masyarakat, sekaligus merumuskan strategi bisnis model yang tepat pada kawasan hutan,” jelas Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M. Mauna di kantornya, Rabu (26/10).

Saat ini, sebanyak 5.300 desa berada di sekitar kawasan hutan. Perhutani kerapkali menemui persoalan terkait pengelolaan hutan pada lokasi-lokasi yang interaksi masyarakatnya tinggi.

“Saya yakin, pakar-pakar kehutanan yang hebat apabila disatukan akan menghasilkan karya luar biasa berupa kajian bisnis model pengelolaan hutan untuk Perum Perhutani ke depan.

Apakah untuk lokasi-lokasi dengan interaksi masyarakat yang tinggi saat ini model pelestarian kawasan hutan perlu ada improvement lagi,” kata Denaldy. Dekan Fakultas Kehutanan IPB Rinekso Soekmadi menyampaikan, kerja sama ini langkah positif. Transformasi besar-besaran yang dilakukan Perhutani kali ini diharapkan bisa lebih menarik generasi muda memilih fakultas kehutanan, karena kecenderungannya jurusan ini mulai berkurang peminat.

Perhutani juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Prasetiya Mulya tentang pengembangan objek wisata ekowisata dalam rangka pemanfaatan potensi alam dan sumberdaya lahan hutan. Sebab, pengelolaan destinasi wisata alam merupakan kunci dalam mengoptimalkan aset hutan dan taman nasional di Indonesia. “Kerja sama ini bertujuan agar tata kelola destinasi wisata hutan lebih terstruktur dan sinergis melalui pemanfaatan jejaring, informasi, dan teknologi,” ujar Denaldy.

Denaldy menyakini, pengalaman Universitas Prasetiya Mulya dapat membantu menghasilkan model-model paket wisata hutan. Sehingga memiliki daya tarik bagi masyarakat, termasuk generasi muda. “Kami ingin generasi muda mempunyai awareness yang luas tentang hutan. Di negara-negara maju seperti Eropa, wisata ke hutan sudah menjadi lifestyle,” ucap Denaldy.

Perum Perhutani mengelola 2,4 juta ha kawasan hutan di Jawa Madura. Sistem tebang dan tanam dalam pengelolaan hutan menerapkan komposisi 1:9, artinya dari setiap hektar yang ditebang Perhutani menanamkan kembali sembilan kalinya untuk menjaga kelestarian sumber daya hutan.

 

Tanggal : 27 Oktober 2016

Sumber : jurnalasia.com