Perhutani Bondowoso Dukung Pemasangan Listrik di Desa Terpencil

JATIM.ANTARANEWS.COM, BONDOWOSO (19/10/2016) | Perum Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Bondowoso, Jawa Timur, menyatakan siap mendukung rencana pemasangan tiang listrik oleh PLN di desa terpencil, yakni Desa Solor yang saat ini ada 850 kepala keluarga belum menikmati penerangan listrik.

“Sejauh ini dari Kepala Desa Solor, Kecamatan Cerme, belum menyerahkan pengajuan kepada kami terkait rencana pemasangan tiang listrik di Kawasan Hutan Lindung di sana,” ujar Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Adi Winarno di Bondowoso, Rabu.

Ia mengatakan, Perhutani mendukung dan tidak akan mempersulit proses perizinan pemasangan tiang listrik yang akan ditancapkan di sepanjang hutan Desa Solor menuju sejumlah pemukiman warga.

Prosedur yang harus dilakukan, kata dia, kepala desa dan PLN mengajukan permohonan kepada Perhutani dan selanjutnya setelah dibuat berita acara pemasangan tiang listrik selanjutnya melakukan survei bersama-sama.

“Kepala desa juga harus bekerja sama dengan Camat, Polsek dan Koramil setempat agar lebih pas. Kalau memang ada pohon di hutan yang perlu ditebang untuk pemasangan tiang listrik akan kami lakukan dengan peraturan yang ada atau tidak sembarangan memotong jika tidak mengganggu,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Desa Solor Supandi mengatakan sebanyak 850 kepala keluarga yang hingga saat ini belum bisa menikmati listrik itu ada di enam dusun, sedangkan dua dusun lainnya sudah teraliri listrik karena posisinya berada di bawah.

Sebanyak 850 kepala keluarga (KK) yang tinggal di desa terpencil itu setiap harinya menggunakan lampu petromaks.

“Saya sudah mengajukan pada PT PLN Bondowoso agar warga Desa Solor menikmati aliran listrik, namun petugas PLN kami diminta agar berkoordinasi dengan Perhutani Bondowoso dulu, karena untuk pemasangan tiang listrik harus melewati hutan, dan jarak kabel listrik minimal dua meter dari pohon sehingga perlu ada penebangan kayu milik Perhutani,” kata Supandi.

Ia menambahkan, dua dusun di Desa Solor yang sudah teraliri listrik (PLN), yakni Dusun Kepek 1 dan Dusun Kepek 2, dihuni 200 kepala keluarga. Sedangkan enam dusun lainnya yang belum teraliri listrik yaitu, Dusun Konruh, Bincong, Solor, Tenggina, dan Dusun Burgu dihuni sebanyak 850 kepala keluarga.

 

Tanggal : 19 Oktober 2016

Sumber : jatim.antaranews.com