Ruwatan Sindoro Agenda Wisata Seni & Budaya

WAWASAN, WONOSOBO (10/10/2016) | Konsekuensi diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 adalah mendorong desa untuk menjadi mandiri. Menyadari tuntutan itu, desa-desa di Kabupaten Wonosobo kini terus berlomba untuk lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki di wilayah masing-masing. Salah satunya adalah Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar.

Desa di kawasan lereng Gunung Sindoro itu kini tengah berbenah untuk mengembangkan potensi wisata di bidang seni dan budaya. Masyarakat telah menyatukan tekad untuk mengemas tradisi mereka berupa “ruwatan Sindoro”. Tradisi ini diyakini mampu menjadi destinasi wisata unggulan di masa depan.

Selain dikemas dengan kegiatan bernuansa kesenian khas, “Ruwatan Sindoro” juga mengangkat unsur sejarah, serta didukung keindahan panorama alam pegunungan khas lereng gunung di kawasan dataran tinggi Dieng. Bupati Wonosobo Eko Purnomo yang menghadiri gelar Ruwatan Sindoro, Jumat (7/10), mengaku terkesan atas agenda yang digarap masyarakat Sigedang.

Budaya Lokal

Dia berharap ritual tahunan tersebut masuk dalam agenda wisata Kabupaten Wonosobo. “Upaya untuk melestarikan seni dan budaya lokal yang memiliki nilai sejarah seperti Desa Sigedang ini sudah selayaknya kita dukung bersama dan kita dorong untuk bisa dikembangkanlebih baik lagi, sehingga kelak bisa tampil sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten,” katanya usai menyaksikan pentas tari Rudat dan Sendra Tari Sindoro di lapangan Desa Sigedang.

Masuknya ruwatan Sindoro dalam agenda tujuan wisata, Eko meyakini mampu memberikan efek berantai positif berupa meningkatnya perputaranekonomi warga desa setempat. Tak hanya itu, ruwatan gunung yang diisi doa bersama dan gotong-royong bersih-ber-sih kawasan Sindoro dinilai layak diapresiasi karena akan meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga ekosistemnya.

Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo, merasa ikut terpanggil untuk memberi kontribusi dalam pengembangan destinasi wisata baru tersebut. Kantor Parekraf yang konsisten dengan upaya pengembangan wisata desa, kata Agus, akan berusaha mendorong beberapa tradisi serupa di berbagai desa agarbisa dikemas lebih menarik lagi.

“Ruwatan Sindoro ini salah satu yang tengah kami dorong agar lebih menarik dari sisi kemasan maupun rangkaian kegiatannya,” tegas Agus.

Kesadaran warga Sigedang untuk menjaga tradisi serta kelestarian alamnya, menurut Agus, pantas mendapat apresiasi tersendiri. Terlebih, dalam agenda ruwatan itu, warga menggandeng pihak perhutani kedu utara untuk bersama-sama menjaga komitmen melindungi hutan di lereng Sindoro.B TB-ad

Tanggal : 10 Oktober 2016
Sumber : Wawasan, hal – 14