Bentuk 3 Proyek Kampung, Menteri Rini Sinergikan BUMN Ini

logoTEMPO.CO, JAKARTA (11/11/2016) |¬†Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mencanangkan tiga proyek Kampung Bawang, Kampung Ternak dan Kampung Jagung di Brebes, Jawa Tengah yang merupakan sinergi BUMN Bidang Agro, Logistik dan Perbankan.“Sinergi BUMN ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian masyarakat Kabupaten Brebes. Perhutani berperan mengembangkan Kampung Jagung,” kata Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna, di Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

Menurut Denaldy, program Kementerian BUMN tersebut dalam rangka peluncuran Kartu Tani sekaligus merealisasikan dukungan sinergi BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Brebes di Kampung Bawang Desa Jagalempeni Kecamatan Wanasari Brebes. BUMN yang terlibat dalam sinergi tersebut yaitu Perum Bulog, PT Sang Hyang Seri, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Kresik (Persero), PT Berdikari dan Bank BUMN.

BUMN-BUMN tersebut bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan pola agroforestry, dimana Sang Hyang Seri menyediakan benih unggul, Pupuk Indonesia Holding dan Petrokimia menyediakan pupuk.

Sementara itu Bulog sebagai off taker (pembeli langsung) hasil panen sedangkan Bank Mandiri, BNI dan BRI menyiapkan pendanaan dengan membagi Kartu Tani.

Khusus Perhutani, tambah Denaldy, memberdayakan masyarakat Kampung Jagung dengan menyiapkan 478,4 hektare lahan hutan di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang untuk tanaman jagung pola agroforestry.

“Saat ini 60 hektare areal Perhutani di petak 50b Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisadap, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarharjo Timur, KPH Balapulang telah dibuat demplot tanaman jagung,” ujar Denaldy.

Denaldy menyatakan benih Bima dan Pionir dari Sang Hyang Sri, penanamannya bekerja sama dengan LMDH Jaya Bersama desa Buara Kecamatan Ketanggungan Brebes. “Uji coba benih unggul ini diharapkan meningkatkan produktivitas jagung hutan.”

Saat ini, menurut Denaldy, ada dua LMDH berperan serta dan sekitar 1.900 petani sekitar hutan. “Apabila para petani tertarik maka potensi tanaman jagung dapat dikembangkan di kawasan hutan wilayah Kabupaten Brebes seluas 22.000 hektare,” tuturnya.

Sumber : Tempo.co
Tanggal : 11 November 2016