Curug Jenggala, Wisata Alam dengan Wahana Selfie Deck

foto-a-curug-jenggalaRADARBANYUMAS.CO.ID (12/11/2016) | Satu lagi wisata alam yang asik untuk santai di akhir pekan, Curug Jenggala. Terletak di Dusun Kalipagu, Kecamatan Baturaden, curug tersebut yang dilengkapi selfie deck itu, tengah menjadi viral di media sosial.

Meski baru diresmikan Kamis (10/11) kemarin, ratusan pengunjung memadati tempat wisata di lahan milik Perhutani itu. Lokasi Curug Jenggala sendiri tidak jauh dari Curug Pengantin, tepatnya berada di bawah jalan menuju Curug Pengantin. Jika Anda pernah ke Curug Pengantin, sebenarnya Anda juga pernah melewati Curug Jenggala.

“Kalau bawa kendaraan bisa parkir di rumah warga. Dari parkiran jalan kaki ke lokasi sekitar 45 menit. Tetapi kalau berani, pengunjung bisa membawa kendaraan motornya sampai ke DAM Jepang,” kata Sekretaris Tim Pengembangan Wisata, KPH Perhutani Wilayah Banyumas Timur, Sugito, Jumat (11/11).

Curug Jenggala menyuguhkan keindahan alam yang cukup menarik. Di sana para pengunjung bisa menikmati kesejukan udara pegunungan dan suara gemuruh air terjun. Bahkan pengunjung juga bisa bermain air dan berfoto bersama keluarga, saudara atau teman dekat di wahana selfie deck berbentuk hati yang telah disediakan.

“Yang menarik di sana, kami menyediakan selfie deck berbentuk hati, dimana para pengunjung bisa berfoto di tempat itu dengan background curug. Mereka juga bisa menikmati udara segar pegunungan sambil mendengarkan suara gemuruh air terjun,” kata dia.

Jumlah pengunjung pada hari biasa mencapai sekitar 100-200 orang. Sementara saat weekend mencapai 600 orang. Sedangkan untuk tiket masuk, pengunjung hanya dikenakan tarif masuk kawasan wisata Kalipagu sebesar Rp 5 ribu, dan tarif parkir Rp 2 ribu.

“Tetapi untuk parkir murni dikelola oleh penduduk setempat. Karena warga setempat dirumah membuka lokasi parkir,” katanya.

Curug Jenggala merupakan wisata rintisan yang dikembangkan bersama antara Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat dengan sistem bagi hasil, 40 % untuk Perhutani dan 60% untuk masyarakat.

“Meski bagi hasil, untuk pembangunan dan fasilitas kami juga terus mensuport. Seperti kemarin petugas dibuatkan baju seragam. Jadi kami tidak hanya mengambil hasilnya saja, tetapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pengembangannya,” ungkapnya.

Sumber : radarbanyumas.co.id

Tanggal : 12 November 2016