Dirut Perhutani: Sylvofishery Berpotensi Dongkrak Industri Ikan Nasional

JAKARTA, PERHUTANI (5/11/2016) | Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna melakukan kunjungan kerja ke hutan mangrove pola sylvofishery  Resort Pemangkuan Hutan (RPH)  Ciasem, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ciasem, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta Jawa Barat dan bertemu 11 pfisheri3engurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah tersebut, Jumat (4/10).

Menurut Denaldy M Mauna, pemerintah saat ini berupaya meningkatkan konsumsi ikan perkapita di pulau Jawa yang dinilai masih dibawah konsumsi tingkat nasional. Harapan pemerintah  budidaya tambak rakyat bisa menjadi andalan peningkatan percepatan pembangunan industri perikanan nasional. Sebagai BUMN Perhutani akan optimalkan pengelolaan hutan mangrove dengan pola sylvofishery yang baik yaitu kombinasi mangrove dengan budidaya ikan atau lainnya.

“Sesuai Inpres No. 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, salah satu langkah adalah peningkatan produksi perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Perhutani dapat berperan mengalokasikan hutan mangrove untuk budidaya pola sylvofishery dan Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa menyiapkan benih unggul produk perikanan dan pembinaan budidaya perikanan daratnnya.  Sylvofishery di hutan mangrove ini menjanjikan peningkatan produksi ikan nasional nantinya,” demikian Denaldy.

Kepada orang nomor satu Perhutani tersebut, Sarjono perwakilan LMDH  Wana Sejati berharap hutan mangrove Perhutani dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui usaha sylvofishery empang parit atau untuk wisata pantai.

“Kawasan mangrove wilayah ini berstatus hutan lindung, sehingga yang bisa dimanfaatkan untuk sylvofishery hanya sebagian saja, lainnya harus  tetap berupa hutan, jadi harus ada alternatif untuk wisata,” kata perwakilan  LMDH.

Kesebelas LMDH yang diskusi dengan Dirut Perhutani tersebut adalah Wana Sejati, Rimba Raharja, Ciptakarya Bakti, Mandiri, Karya Wanabakti, Wana Pantura, Kertaraharja, Windujaya, Winduasih, Wahanabakti, Wanabakti Lestari, Wana Lestari, Wana Sejati, Jaya Sakti, Greenting.

Luas hutan mangrove yang dikelola Perum Perhutani  ± 43 ribu Ha. Sebagian ada di KPH Purwakarta yaitu 15.897,21 Ha, pengelolaan pola sylvofishery 11.317,17 Ha berada di 20 desa pada delapan kecamatan. LMDH umumnya mengusahakan ikan bandeng dan udang di hutan mangrove Perhutani serta rumput laut. Produksi ikan bandeng pola sylvofishery ± 2 ton/ha/tahun, udang alam 0,5 kg/ha/hari. Kalau ditanam ikan mujaer bisa 1,5 ton/ha/th.

Kunjungan kerja Denaldy bertujuan memetakan potensi dan persoalan di hutan mangrove termasuk budidaya ikan empang parit, sistem kelembagaan dan aturan yang ada, agar bisa dilakukan pengembangan sylvofishery dengan baik, serta fungsi lindung hutan mangrove bisa lebih dioptimalkan. (Kom-PHT/PR2016)

Editor: Soe

Copyright©2016

Artikel Terkait: