Perhutani Libatkan Masyarakat dalam Penanaman Hutan

perhutani-1FOKUSJABAR.COM (10/11/2016) | Perhutani KPH Ciamis melakukan penanaman pohon jati bersama Muspika Pamarican dan masyarakat sekitar hutan di Petak 77g yang terletak di Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis yang dipimpin langsung oleh ADM Perhutani KPH Ciamis, Bambang Jupriayanto, Rabu (9/11/2016).

Bambang mengatakan, penanaman tersebut dilakukan di lahan seluas 74 hektar yang terdiri dari 6 petak. Rencananya akan selesai selama dua bulan ke depan. Pohon jati yang ditanam sebanyak 1.100 pohon per hektarnya. Lahan tersebut sebelumnya telah dilakukan penebangan mulai Maret hingga September. Sebulan dilakukan persiapan penanaman dan di November ini dilaksanakan penanaman kembali bersama masyarakat.

“Penanaman pohon ini melibatkan langsung masyarakat. Selain pohon jati ada juga penanaman pohon lain sebagai pagar biar tidak sejenis agar batas-batas tanaman jelas, antara lain pohon kesambi dan mahoni. Pohon jati ini ada fase menggugurkan daun jadi masih ada pandangan hijau atau istilahnya evergreen,” ungkapnya, Rabu, (9/11/2016).

Kata dia, setelah selesai dilakukan penebangan, maka dalam satu bulan persiapan penanaman kembali, mulai dari pemasangan patok, gali lubang untuk tanam dan lainnya. Kegiatan tersebut juga melibatkan langsung masyarakat sekitar hutan.

“Tanaman dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan masyarakat di sini, dengan tetap melakukan pemeliharaan,” katanya.

Menurutnya, Perhutani hadir untuk masyarakat dan berkaitan langsung dengan hutan, sehingga hutan bisa mensejahterakan masyarakat begitu juga sebaliknya masyarakat bisa menjaga hutan ini. Karena selama ini masyarakat merupakan back up dari Perhutani dalam menjaga hutan.

“Masyarakat juga bisa melakukan penanaman tumpang sari sesuai dengan lokasi yang ditetapkan sebelumnya. Seperti menanam padi Gogo, kencang tanah dan tanaman palawija lainnya selama dua sampai tiga tahun,” katanya.

Sementara itu, Camat Pamarican, M Yusuf mengatakan, pihaknya bertekad untuk menjaga hutan dan mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan. Apalagi, Pamarican termasuk salah satu wilayah rawan bencana yang sebelumnya jarang terjadi, seperti longsor dan banjir.

 

Sumber : fokusjabar.com

Tanggal : 9 November 2016