Salak Di Hutan Perhutani Ungkit Pendapatan LMDH

2016-10-01-uji-petik-salak-kerjasama-pht-dengan-lmdh BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (1/11/2016) | Salak Banjarnegara terkenal manis dan menjadi komoditi penyumbang pendapatan masyarakat. Ribuan hektar tanaman salak di Kabupaten Banjarnegara, lebih kurang seperlimanya adalah tanaman di dalam kawasan hutan Perhutani Kesatuan pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

Perum Perhutani KPH Banyumas Timur bermitra dengan LMDH Maung Lestari Desa Pakelen, Kecamatan Madukara Kabupaten Banyumas, mengusahakan areal tanaman salak pola Pemanfaatan Lahan Bawah Tegakan (PLDH) seluas 63,6 Ha di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Siweru, BKPH Karangkobar. Dari jumlah tanaman salak 56.477 pohon, lebih kurang 20.791 pohon adalah tanaman salak produktif. Tahun ini produksi salak diperkirakan bisa mencapai 31 ribu kg, dengan harga salak rata-rata 3000 rupiah perkg akan dihasilkan 94 juta rupiah.

Ketua LMDH Maung Lestari Radiyono mengatakan bahwa Perhutani menerapkan sistem bagi hasil salak diatur sesuai dengan harga saaqt panen dengan pola prosentase.

Dalam program pemberdayaan masyarakat, Perum Perhutani memberikan kesempatan kepada masyarakat desa sekitar hutan yang tergabung dalam organisasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk bermitra atau bekerjasama dalam pengelolaan sumberdaya hutan dengan sistem berbagi. (Kom-PHT/Byt/TDP)

Editor: Soe

Copyright©2016