Gunung Kunir Dikembangkan Jadi Wisata Andalan

17sm20l16kdu-02-300x197SUARAMERDEKA.COM (20/12/2016) | Perkembangan wisata alam di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Purworejo semakin menggembirakan. Jumlah pengunjung ke kawasan hutan pinus dengan objek andalan Gunung Kunir itu terus meningkat.

Pemkab Purworejo melihat itu sebagai potensi yang layak untuk dikembangkan. Dalam upaya pengembangan potensi wisata kawasan tersebut, Pemkab Purworejo menjalin kerja sama dengan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Selatan.

Kerja sama pengembangan wisata itu dituangkan melalui memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Bupati Purworejo Agus Bastian dengan Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan Toni Suranto di kawasan wisata alam Gunung Kunir, Desa Benowo, Kecamatan Bener, Purworejo, pekan lalu.

Potensi

Dalam kesempatan itu sekaligus dilakukan pengukuhan enam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari desa-desa wisata yang ada di Kabupaten Purworejo, termasu Desa Benowo. Kegiatan tersebut dihadiri para kepala desa wisata, camat, serta para pelaku wisata.

Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan Toni Suranto mengungkapkan, total luasan hutan milik Perhutani di Kabupaten Purworejo mencapai 9.000 hektare. Dari total luasan itu, 30 persennya memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan.

”Sampai sekarang potensi itu yang sudah digarap masih kurang dari 10 persen. Oleh karena itu kami membuka peluang kepada siapa pun, termasuk Pemda untuk kerja sama pengembangan, karena kalau Perhutani sendiri tentu tidak mampu,” katanya.

Disebutkan, dalam pengembangan sektor wisata yang lokasinya di kawasan hutan, Perhutani menghendaki agar menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat desa hutan. Artinya pengembangan tersebut muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan melalui pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Toni menyebutkan, salah satu contoh kerja sama pengembangan wisata di kawasan hutan yang sudah sangat bagus ada di Kabupaten Kebumen. Kerja sama pengembangan wisata di Kebumen tersebut bahkan sudah menghasilkan pendapatan yang jumlahnya mencapai miliaran.

Bupati Purworejo Agus Bastian dalam sambutannya menegaskan, pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal merupakan visi dan misinya. Oleh karena itu, pihaknya sangat serius dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang rencananya dalam perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) nanti dibuat secara mandiri.

Diungkapkan, pihaknya tertarik saat berkunjung ke Desa Benowo empat bulan lalu melihat potensinya. Setelah itu dia meminta langsung ditindaklanjuti, antara lain melalui jalinan kerja sama dengan Perhutani.

Sebab sebagian besar potensi wisata di desa tersebut berada di lahan milik Perhutani. Dia berharap pengembangan sektor pariwisata itu akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (H43-49)

 

Sumber : suaramerdeka.com

Tanggal : 20 Desember 2016