Perhutani Terus Gali Potensi Wisata Hutan di Jawa Barat

PIKIRAN RAKYAT (20/5/2017) | Perum Perhutani Divre Jawa Barat dan Banten terus menggali potensi hutan yang dikelolanya, di antaranya melalui pembukaan dan optimalisasi wisata hutan atau disebut pula wanawisata. Soalnya, masih banyak potensi keindahan terpendam dari sejumlah kawasan kehutanan di Jawa Barat.

General Manager Ecoturism Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Wismo Tri Kancono, di Bandung, Jumat (19/5/2017) mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu optimalisasi peran hutan. Wisata hutan merupakan salah satu usaha potensial terus dikembangkan, apalagi banyak kawasan hutan lingkungan Perhutani, khususnya di Jawa Barat yang memiliki keindahan.

Melalui penggalian potensi, katanya, diharapkan masyarakat menjadi mengetahui keindahan ataupun peran hutan. Bukan hanya sebagai manfaat wisata, juga sebagai edukasi agar masyarakat mencintai lingkungan, khususnya kehutanan.

Wismo mengatakan, pengembangan wisata hutan yang sebelumnya lebih banyak dilakukan di utara Bandung, kini dikembangkan ke selatan. Misalnya ke Tasikmalaya, yaitu wisata hutan kawasan hutan Galunggung yang berada di lingkungan Kesatuan Pemangkuan Hutan Tasikmalaya.

Disebutkan, Gunung Galunggung memiliki potensi keindahan yang sangat menarik. Kini sudah dilakukan sejumlah penataan, dengan tujuan semakin menarik minat masyarakat, apalagi dengan menciptakan wisata yang sehat tertib, dan aman.

Pada banyak tempat katanya, pengembangan wisata hutan pun sudah dilakukan kerja sama dengan masyakat desa hutan setempat Dengan cara itu, selain memberikan lapangan kerja, juga masyarakat setempat menjadi penggerak ketertiban dan keamanan kawasan kehutanan di mana mereka ikut berperan.

Kami optimistis, wisata hutan, khususnya di Perhutani Jawa Barat akan semakin berdaya tarik. Apalagi, masyarakat sangat merindukan lingkungan asri, alami, dan sehat, sebagai kebutuhan utama, yang dapat diperoleh melalui wisata hutan,” ujar Wismo.

Di antara kalangan Perum Perhutani Divre Jawa Barat-Banten, kini diketahui memang melakukan sejumlah terobosan usaha. Tujuannya,agar tak bergantung kepada usaha tebangan dari hutan produksi, apalagi di Jawa Barat kawasan Perhutani lebih banyak yang berkategori hutan produksi.

Pada Januari 2017 lalu, menurut informasi Perum Perhutani Divre Jawa Barat-Banten Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna mengatakan bahwa fokus utama kerja 2017 adalah target CRP (Cost Reduction Program) harus lebih baik daripada 2016. Nantinya Divisi Regional (Divre) dah Kesatuan Pemangkuan Hutan akan diberi kewenangan yang lebih besar untuk mendongkrak pendapatan, namun apabila ada penyimpangan, ada punishment. Saluran whistle blowing system (WBS) Perhutani adalah salah satu alat perbaikan bentuk penyimpangan.

“Potensi wisata Jabar Banten luar biasa, penjualan produk-produk perusahaan berkualitas tinggi ke dalam dan luar negeri sesuai permintaan pasar harus ditingkatkan. Demikian juga penggalian potensi jasa lingkungan (environmental services), seperti Sentul Eco Edu Tourism Forest kita canangkan sebagai World Class Ecopark,” ujar Denaldy. **Kodar Solihat

Sumber: Pikiran Rakyat, hal. 18

Tanggal: 20 Mei 2017