Kawasan Hutan Guwoterus Disiapkan Menjadi Lahan Pusat Pembibitan

JATIMPOS.CO (24/7/2017) | Secara nasional kebutuhan akan swasembada produksi kedelai kering negara Indonesia melalui Kementerian Pertanian 30% juta ton dicukupi sendiri. Sedangkan sisanya yang 70% (0,3 juta ton) didatangkan melaui impor dari total kebutuhan. Targetnya sekitar 2,3 juta ton harus tercapai pada tahun 2020.

Untuk target lahan yang dikelola Perum Perhutani se Divisi Regional (Divre) Jawa Timur Kementrian Pertanian menargetkan perluasan lahan untuk kebutuhan kedelai mencapai 30.000 ha dan sudah di CPCL-kan. Sedangkan untuk agenda tahun berikutnya tahun 2018 melaui Dinas Pertanian Jawa Timur menargetkan luas lahan menjadi 50.000 ha.

Saat ini untuk mencapai hal tersebut melalui BUMN pemerintah meminta peran Perum Perhutani untuk mendukung Kedaulatan Pangan demi tercapenuhinya akan kebutuhan Kedelai kering secara nasional.

Acara pencanangan bersama penanaman kedelai Pat tahun 2017 di awali di petak hutan 8a, RPH Guwoterus, BKPH Mulyoagung, Rabu, (19/7) masuk pemerintahan Desa Guwoterus, Kecamatan Montong.

Adm KPH Parengan Widhi Cahyanto mengatakan pihak Perhutani sifatnya hanyalah membantu pemerintah dan mendukung kedaulatan pangan nasional dengan menyediakan lahan yang tentunya semua petani yang mengerjakan di lahan tersebut telah terdaftar sebagai CPCL di Dinas Pertanian Kabupaten Tuban.

“Dilokasi ini kami menyediakan lahan sekaligus petani (pesanggem) yang sudah kami daftarkan untuk akurasi CPCL-nya. Bersama Pokjanyalah kami melibatkan LMDH yang menaungi petani-petani ini,” ungkapnya kala ditemui jatimpos.co

Untuk mengawali penanaman bersama ini Kepala Divre Jatim Ir Sangudi Muhammad menjelaskan bahwa areal yang digunakan tersebut Perhutani menyediakan lahan seluas 1 hektar yang dilanjutkan serempak di Jawa Timur. Selaku pihak pemasaran hasil panen kedelai Sangudi telah mendapatkan pembeli tunggal dan harganya sudah sesuai harga pasar, bahkan lebih tinggi yaitu CV Agro Surotani dari pembeli.

Sedangkan pihak pendistribusi untuk kebutuhan bibit dan pembeli ini bahkan lebih serius untuk mengembangkan lahan yang digunakan uji coba sebagai tempat pengembangan bibit atau semacam penangkaran bibit.

Sumber : jatimpos.co

Tanggal : 24 Juli 2017