Petani Lebak Banten Tanam Jagung Seluas 27.000 Hektar

INDUSTRY.CO.ID (07/11/2018) | Petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengembangkan budi daya tanaman jagung seluas 27.000 hektare melalui bantuan program upaya khusus (Upsus) jagung, padi dan kedelai (pajale) dari Kementerian Pertanian.

Kepala Seksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Selasa (6/11/2018) mengatakan budi daya tanaman jagung tersebut guna meningkatkan pendapatan ekonomi petani juga swasembada pangan.

Apalagi, pemerintah sudah menghentikan impor jagung dari luar negeri.

Dia mengatakan petani di Lebak menanam jagung di lahan-lahan kosong juga lahan persawahan.

Selama ini, lanjutnya, petani mengembangkan tanaman jagung setelah adanya bantuan upsus pajale.

“Kami yakin ke depan Lebak sebagai daerah lumbung jagung dan bisa memenuhi permintaan masyarakat DKI Jakarta,” katanya kepada awak media.

Menurut dia, tahun 2018 petani Kabupaten Lebak mendapat bantuan benih jagung melalui program upsus pajale seluas 27.000 hektara di 28 kecamatan.

Bantuan benih jagung yang diterima petani sebanyak 20 kilogram dan pupuk 50 kilogram per hektare.

Kebanyakan penyaluran benih jagung jenis hibrida jenis NK 212, Pioner dan Metro dengan masa panen selama 90 hari.

Pengembangan tanaman jagung tersebut cocok dibudidayakan di lahan darat maupun persawahan.

“Kami berharap program upsus pajale dapat meningkatkan produksi jagung dan kesejahteraan petani,” katanya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan saat ini, jagung hibrida yang ditanam petani tumbuh subur dan hijau.

Bahkan, lanjutnya, petani Desa Bulakan Kecamatan Gunungkencana ahir pekan lalu mengembangkan tanaman jagung seluas 1.000 hektare.

Jagung hasil panen itu ditampung oleh Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Provinsi Banten.

“Kami menanam jagung di lahan milik Perum Perhutani dengan cara tumpang sari,” kata Yanto, seorang anggota Kelompok Tani di Kecamatan Gunungkencana.

 

Sumber : industry.co.id

Tanggal : 7 November 2018