PLN dan BUMN Gratiskan Pemasangan Listrik Warga Miskin di Jawa Barat

Sindonews.com (3/12/2018) | PT PLN bersama BUMN menggratiskan pemasangan listrik bagi masyarakat miskin di Jawa Barat. Hingga November 2018, telah tersambung 60.741 rumah tangga dari program tersebut. Untuk tahap awal, penyambungan listrik gratis dilakukan di 8 kabupaten/kota dengan sasaran sebanyak 130.248 kepala keluarga (KK). Mereka tersebar di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Program penyambungan listrik gratis ditandai dengan dibagikannya sertifikat sambungan listrik gratis oleh Presiden RI Joko Widodo kepada 82 rumah tangga miskin dan rentan miskin di Bogor, Jawa Barat pada Minggu (2/12/2018). Presiden menyebut, program tersebut bakal menyasar 235.756 rumah tangga miskin dan rentan miskin yang ada di Jawa Barat sesuai data TNP2K.

Adapun BUMN yang berpartisipasi dalam program Sponsorship Sinergi BUMN Penyambungan Listrik Gratis ada 34 BUMN dan 1 anak perusahaan. Di antaranya PLN, Bulog, Jamkrindo, Pegadaian, Semen Indonesia, Dahana, Perhutani, BRI, Pindad, Telkom & Telkomsel, BNI, Airnav, Askrindo, Waskita, PTPN III Holding (PTPN VIII), Jasa Marga, Jasa Raharja, Jasindo, dan lainnya.

Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, penyambungan gratis setelah PLN dan asosiasi instalatir mendiskon hingga 50%. Sisanya, biaya penyambungan sebesar Rp500.000 dibayar oleh sinergi BUMN.

Menurut dia, sebelumnya masyarakat tidak mampu ini menyambung dari tetangga untuk mendapatkan listrik.

“Masyarakat kurang mampu ini belum mendapat listrik dari PLN. Mereka terpaksa menyambung dari tetangga, bayar Rp40.000 – 50.000 untuk lampu tiap bulan atau menggunakan penerangan lain seperti lampu teplok,” kata Sofyan.

Melalui listrik PLN langsung, mereka dapat melakukan banyak penghematan untuk pengeluaran perbulannya.

“Sinergi BUMN ini bantu mereka bayar biaya pasang baru listriknya. Sekarang mereka bayar sekitar Rp30.000 per bulan listrik PLN. Untuk lampu, televisi dan penanak nasi serta alat elektronik lainya,” tandas Sofyan.

Sumber : sindonews.com

Tanggal : 2 Desember 2018