Liburan Awal Tahun 2019, Ada Bukit Teletubbies di Bondowoso

DETIK.COM (01/01/2019) | Liburan awal tahun 2019 mau pergi kemana? Di Bondowoso ada lokasi wisata alam berjuluk Kawah Wurung atau Bukit Teletubbies. Ayo ke sana!

Kawah Wurung di Bondowoso merupakan objek wisata alam yang lokasinya relatif dekat dengan Kawah Ijen. Jaraknya hanya sekitar 8 km atau 15 menit berkendara dari Paltuding, pos terakhir menuju Kawah Ijen.

Nama Kawah Wurung berasal dari bahasa Jawa. Artinya, kawah tidak jadi atau kawah gagal. Itu karena kawasan ini terdiri dari gugusan perbukitan, yang mungkin di masa lampau pernah terjadi aktivitas vulkanis gunung berapi.

Apalagi, ada beberapa bukit berbentuk kerucut berketinggian sekitar 200 meteran yang bentuknya mirip sebuah gunung. Persis di tengah puncak bukit itu terdapat lubang menganga berdiameter sekitar 200 meter. Lubang kering ini mungkin dulunya merupakan kaldera.

Sejauh mata memandang, di kawasan ini hanya berupa hamparan rumput bak permadani tebal. Warnanya pun selalu berubah. Menghijau saat musim penghujan, dan kuning keemasan kala musim kemarau.

Bagi para wisatawan pecinta fotografi, lanskap ini sungguh tempat sangat ideal untuk berburu gambar. Betapa tidak. Di kawasan ini mata seolah diajak ke suasana seperti di tayangan serial televisi anak-anak, Teletubbies. Itu makanya kawasan Kawah Wurung ini sering disebut Bukit Teletubbies.

Jika cuaca cerah, di kejauhan sebelah timur kawasan ini akan tampak puncak Kawah Ijen yang tengah mengeluarkan kepulan asap putih. Sementara di sisi barat tampak gunung Raung dan gunung Suket yang tegak membiru. Sedangkan di sisi utara dan selatannya merupakan kawasan perkebunan kopi milik PTPN XII.

Meski berada dalam pengelolaan Perum Perhutani KPH Bondowoso, Pemkab setempat rupanya juga turut andil dalam membangun sarana prasarana penunjang Kawah Wurung. Mereka membangun sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut. Yakni berupa menara pandang, toilet, musola, selter, tangga beton untuk menuju bukit, serta sejumlah fasilitas lainnya.

Tak hanya itu. Di sekitar lahan parkir kendaraan roda 2 dan 4 juga terdapat deretan warung kopi dan makan kecil. Warung-warung ini dikelola oleh masyarakat sekitar, melalui lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) Perhutani. Termasuk pengelolaan tiket masuk untuk menuju kawasan ini.

Untuk menuju kawasan berjuluk Highland Paradise ini bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Ada dua rute alternatif, yakni lewat area perkebunan Jampit dan Curah Macan. Keduanya adalah kawasan PTPN XII Kalisat/Jampit.

Jalan menuju bukit berketinggian sekitar 1.700 mdpl ini relatif cukup mudah, kendati hanya berupa jalanan tanah berpasir. Di kiri kanan jalan sepanjang 5 km ini wisatawan bisa menikmati hamparan kebun kopi dan ladang sayur-mayur milik warga.

Setelah melewati jalan tanah dan berbatu, kendaraan roda empat maupun roda dua bisa langsung diparkir di kaki bukit. Untuk kendaraan roda dua bisa langsung naik hingga atas bukit pandang.

Bagi yang suka berswafoto, di atas bibir bukit sudah terdapat huruf-huruf raksasa bertuliskan Kawah Wurung. Di lokasi ini sering dijadikan ajang swafoto, untuk dokumentasi penanda bahwa dirinya sudah pernah sampai di lokasi itu.

 

Sumber : detik.com

Tanggal : 1 Januari 2019