Audiensi dengan Bupati, Perhutani Paparkan Potensi Hutan di Jember

JATIMTIMES.COM (20/02/2019) | Jajaran Perum Perhutani KPH Jember yang dipimpin langsung oleh Kepala Perum Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna SHut M Par, Rabu (20/2/2019) menggelar audiensi dengan Bupati Jember dr Hj Faida MMR di Aula Tamyaloka Pendapa Pemkab Jember.

Dalam audiensi ini, Rukman memaparkan berbagai potensi yang ada di kawasan Perhutani Jember. Dia menyebut luas kawasannya mencapai 71.554,87 hektare atau setara dengan 21,7 persen dari luas kawasan Kabupaten Jember.

Dengan luas wilayah tersebut, banyak potensi yang bisa disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Jember. “Rencana kegiatan Perhutani untuk tahun 2019 ini, kami ada pesanan 723 tanaman seluas 424 hektar, tebangan jati sebanyak 74 ribu hektare, sadapan 4.705 hektare. Ada juga kopi dan palawija dan ini akan menyerap banyak tenaga kerja dari masyarakat Jember,” terang Rukman dalam pemaparannya.

Rukmana juga mengatakan, pada tahun ini, pihak Perhutani KPH Jember juga akan menyerahkan sharing produksi kepada LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) sebesar Rp 1,060.000.000. “Rencana akan kami seremonialkan penyerahan sharing produksi tersebut,” sambungnya.

Selain beberapa potensi produksi yang ada di kawasan Perhutani, pihaknya saat ini juga mulai melakukan cluster untuk potensi wisata yang bisa disinergikan dengan Pemkab Jember. Di antaranya potensi kampung durian, kopi pakis dan juga pesona air terjun yang ada di kawasan Perhutani.

Sementara, Bupati Faida mengapresiasi rencana sharing produksi Perhutani kepada LMDH karena hal ini sesuai dengan nawacita Presiden Jokowi. “Ini hal yang positif sesuai nawacita presiden kita. Kan LMDH itu harus tumbuh bersama Perhutani di daerah-daerah,” terang Faida dalam sambutannya.

Namun soal rencana seremonial penyerahan sharing produksi tersebut, bupati belum memberikan responnya. “Saya belum berani merespons karena saya belum dapat informasi yang cukup. Saya tidak ingin seremoni yang sekadarnya. Saya ingin lebih mantap,” tandasnya.

Begitu juga dengan soal rencana dibentuknya kampung durian dan juga kopi pakis. Menurut bupati perempuan pertama di Jember ini, untuk rencana launching kampung durian bagus, namun konsepnya harus diatur dan disiapkan lebih matang. Jangan sampai setelah di-launching tapi tidak terurus, tentu ini akan menjadi problem tersendiri.

“Rencana membentuk kampung durian itu sudah bagus. Misal sebagian lahan milik Perhutani yang selama ini banyak tanaman durian, dipadukan dengan lahan milik warga yang juga memiliki tanaman durian. Namun konsep untuk menarik wisatawan ini juga harus disiapkan. Jangan sampai di belakang hari ada tiket masuk yang mahal dan tidak sesuai dengan program pemerintah. Selain itu, perlu dilihat RTRW Pemkab Jember biar tidak muspro. Harus dipikirkan juga dampak puas dan kecewa masyarakat.” pungkas bupati.

 

Sumber : jatimtimes.com

Tanggal : 20 Februari 2019