Melalui Gathering Wisata, Perhutani Lawu Ds Diharapkan Dongkrak Pendapatan

LAWU DS, PERHUTANI  (21/02/2019) Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds, kini melirik potensi wisata diwilayahnya untuk dikembangkan dan dikelola lebih modern guna menambah penghasilan perusahaan. Bersama investor lokal sebagai mitra pengelola wisata, Perhutani Lawu Ds mengadakan gathering yang bertujuan untuk menjalin silahturahmi dan memajukan wisata pada Rabu (20/2) bertempat di aula kantor Perhutani Lawu Ds, Madiun.

Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Asep Dedi Mulyadi merasa bangga dengan dimulainya rintisan Wana Wisata di KPH Lawu Ds, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan gathering temu pengelola wisata ini, dan saya berharap kedepan kegiatan seperti ini bisa mengajak semua pengelola wisata supaya dapat mendongrak pendapatan selain dari kayu non non kayu”, ujarnya.

Asep menyampaikan Perhutani Lawu Ds kini sudah memiliki wisata yang mendapatkan sertifikat standarisasi pengelolaan usaha wisata alam Canopy yaitu diantaranya wisata Srambang Park, yang berada di kawasan Hutan Jogorogo, tepatnya di kaki gunung lawu Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo, Ngawi. “Canopy adalah brand atau identitas yang menaungi beragam karakter wisata alam Perhutani dengan jaminan standar produk, pelayanan dan pengelolaan yang profesonal dan berkualitas,” jelasnya.

“Dengan gathering ini agar kedepan dapat menghasilkan kesepahaman antar pengelola wisata dalam menentukan aturan pengelolaannya, harapannya kedepan semua wisata di Perhutani Lawu Ds bisa mendapatkan sertifikat Canopy, sehingga  perkembangan wisata semakin tumbuh dan berkembang,” tambah Asep.

Sementara itu pemilik CV Hargodulillah Grup, Hariyanto salah satu invenstor yang bekerjasama dengan Perhutani mengelola wisata Srambang Park usai mengikuti pertemuan bertajuk Gathering Wisata ini mengungkapkan, pihaknya akan terus berinovasi untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya dan berusaha terus agar pengunjung merasa berkesan usai mengunjungi Srambang Park.

Menurutnya prinsip pengelolaan wisata alam harus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tanpa menebang pohon, justru menanam pohon sebanyak-banyaknya agar semakin kelihatan asri dan indah, selain itu kata Hariyanto, pihaknya terus menambah fasilitas lain berupa spot selfie yang semakin populer bagai pengunjung untuk berswafoto dalam mengabadikan momen perjalanannya. (Kom-PHT/Eko/LwDs)

Editor : Ywn

Copyright©2019