Koperasi Primer Perhutani Saradan Duduki Ranking 6 se-Provinsi Jawa Timur

SARADAN, PERHUTANI (05/03/2019) | Koperasi Primer Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan menduduki rangking 6 dari 60 anggota Persatuan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Provinsi Jawa Timur. Koperasi ini tergolong sehat dalam segi keuangan dan sarat prestasi, hal itu terugkap dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Gedung Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Jawa Timur di Madiun, Senin (4/3).

RAT  dibuka oleh Ketua Koperasi dan UMKM Kabupaten Madiun Bambang Wahyudi dan dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Saradan Noor Rochman, segenap Muspika Kecamatan Saradan, pengurus dan anggota koperasi sebanyak 180 orang.

Dalam sambutannya  Noor Rochman menyampaikan, atas nama manajemen Perhutani KPH Saradan kami merasa bangga, senang sekaligus memberikan apresisasi kepada Koperasi Primer Perhutani KPH Saradan yang begitu besar dan sehat, menurut dia kinerja yang bagus dan profesional tidak lepas dari kegigihan semua pengurus koperasi,

“Selain punya usaha simpan pinjam saya berharap agar koperasi ini mempunyai usaha dibidang lain agar dapat berkembang lebih besar lagi, apalagi omset koperasi ini sudah mencapai Rp 2 (dua) miliar lebih,” imbuh Noor Rochman.

Dalam kesempatan yang sama Bambang Wahyudi  mengatakatan salah satu ciri-ciri koperasi yang sehat adalah koperasi bisa melaksanakan RAT pada awal tahun dan bisa meningkatkan kesejahterakan anggotanya. “Jika koperasi tidak bisa melaksanakan RAT pada awal tahun berarti koperasi tersebut tidak sehat pada segi keuangan”, ujarnya.

Menurut Bambang apabila koperasi ingin mengembangkan usaha lainnya maka perlu bekerjasama dengan pihak lain dalam hal pembiayaan dan tidak perlu menggunakan anggaran koperasi, sehingga anggaran yang ada dikoperasi bisa digunakan untuk usaha simpan pinjam bagi anggotanya.

Saat ini Koperasi Primer KPH Saradan memiliki berbagai jenis usaha yang dikembangkan antara lain usaha simpan pinjam, angkutan produksi, toko peralatan kantor dan foto copy dan usaha jasa penitipan sepeda motor, bahkan tahun ini berencana akan mengembangkan usaha di Rest Area Forest Village Km 626 Tol Mantingan – Kertosono. Dalam RAT ini juga dibagikan uang Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya sebesar RP 168 juta. (Komp-PHT/Srd/Swn)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019