Perhutani Lakukan Banyak Restrukturisasi

PIKIRAN RAKYAT (08/03/2019) | Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menjadi narasumber dalam kuliah umum di Universitas Padjadjaran, Bandung. Denaldy memberikan penjelasan mengenai Restrukturisasi dan Transformasi Perum Perhutani, meliputi proses bisnis Perhutani Group hingga tahap restrukturisasi perusahaan.

Perhutani melakukan proses restrukturisasi melalui lima tahapan yaitu situation analysis, management change, emergency actions, business restructuring, dan normal to growth.” ujar Denaldy dalam siaran pers di Jakarta. Kamis (7/3/2019).

Hadir dalam kuliah umum itu Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Keri Lestari dan Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W Setijono. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Unpad dan Perum Perhutani tentang pendidikan. penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Denaldy. di tahun 2019 Perhutani mengusung tema “Perhutani 4.0+: Gover­nance Through Connectivity” yaitu menjalin konektivitas an­tara hulu-hilir-konsumen serta pemangku kepentingan untuk mencapai dan mendorong perusahaan dengan tata kelola yang baik (GCG) dengan konsep industri 4.0.

“Perhutani mencoba menerapkan IT Platform secara digital dengan mengintegrasikan manusia. proses, mesin, fisik. sumber daya hutan dan industri ecosystem forestry dengan memperkuat transparansi, responsibility, independen. dan fairness,” ujar Denaldy.

Kegiatan yang diseleng-garakan BUMN Centre of Excellent (BCE) Unpad berlangsung  tanggal 20 Februari hingga 6 Maret 2019 dengan mengundang beberapa CEO BUMN dalam rangka meningkatkan wawasan mahasiswa tentang gaya gaya kepemimpinan CEO. profil dan strategi bisnis BUMN.

Berkelanjutan

Pada kesempatan itu, Denaldy mengatakan, restrukturisasi dan transformasi suatu badan usaha penting dilakukan. Hal Ini bertujuan agar perusahaan atau badan usaha yang dikelola dapat tumbuh secara berkelanjutan. ‘’Restrukturisasi dilakukan terutama jika perusahaan berada pada kondisi kritis. Jika sektor penjualan, pendapatan, dan laba perusahaan terus-menerus mengalami penurunan. hal ini merupakan tanda perusahaan mengalami kebangkrutan,” ujamya.

Diungkapkan, kondisi ini pernah dialami oleh Perum Perhutani. Sebagai BUMN yang bertugas mengelola sumber daya hutan negara. Perhutani pernah mengalami penurunan pendapatan dan laba akibat lesunya penjualan. Mau tidak mau restrukturisasi dilakukan. “Tindakan tegas dan berani harus dilakukan pimpinan perusahaan,” katanya. Denaldy mengatakan, ada beberapa strategi efektif mempertahankan badan usaha. Analisis situasi, perubahan manajemen, hingga melakukan tindakan darurat. Perusahaan mesti punya target mengatasi ketertinggalan.

 

Sumber : Pikiran Rakyat, hal. 17

Tanggal : 8 Maret 2019