Perhutani Saradan Berikan Bantuan untuk Korban Banjir di Madiun

SARADAN, PERHUTANI (08/03/2019) | Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan Noor Rochman menyerahkan bantuan  kepada korban bencana banjir Madiun di 2 (dua) desa yaitu desa Klumutan Kecamatan Saradan dan desa Ngengor Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun,  Kamis (7/3).

Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instant, pampers, roti kering dan air mineral botol. Bencana banjir yang melanda di Kabupaten Madiun ini terbilang cukup parah, berdasarkan data dari BPBD kabupaten Madiun sebanyak 38 desa di 7 kecamatan terkena banjir. Akibat banjir menyebabkan 4.622 kepala keluarga (KK) harus dievakuasi karena rumahnya terendam banjir, 248 ha sawah yang telah siap panen terendam juga hewan ternak hilang hanyut terbawa banjir, sehingga ditetapkan status siaga darurat banjir.

Penetapan status siaga darurat banjir langsung direspon oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami, Forpimda, Kepala BPBD, Kepala Dinas terkait termasuk Administratur Perhutani KPH Saradan Noor Rochman untuk melakukan peninjauan langsung  lokasi banjir dan posko pengungsian desa setempat.

Administratur Perhutani KPH Saradan Noor Rochman setelah menyerahkan paket bantuan menyampaikan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani kepada masyarakat sekitar hutan yang terkena bencana banjir. “Semoga bantuan ini berguna dan mampu meringankan beban yang ditanggung para korban banjir,” ujar Noor Rochman.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur Khoffifah berjanji akan memperbaiki infrastruktur dan membuat 3 sudetan pada sungai bengawalan solo serta pembuatan embung baru dititik daerah rawan banjir.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan banjir ini diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi sejak Selasa (5/3) pukul 13.00 WIB kemarin yang menyebabkan 3 (tiga) titik tanggul yang berada di Desa Balerejo jebol sehingga terjadi luapan dari Sungai Jerowan yang merupakan anak sungai Madiun.

“Kami telah melakukan koordinasi diberbagai instansi baik BPBD kabupaten Madiun, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dari unsur TNI dan Polri untuk segera melakukan evakuasi pada korban dan melakukan langkah-langkah anitisipasi terjadinya banjir susulan, posko penanganan Bencana Banjir kami dipusatkan di kantor Kecamatan Balerejo” kata Ahmad menambahkan.

Kepala Desa Klumutan Agus Proklamator mengaku senang dan memberikan apresisasi kepada Perhutani KPH Saradan, semoga dengan adanya bantuan untuk para korban banjir desa Klumutan ini bisa bermanfaat, barokah dan bisa menjadikan semangat bagi mereka. (Kom-Pht/Srd/Swn)

Editor : Ywn

Copyright©2019