Banyu Nget, Air Terjun Hits di Tengah Hutan Durian

MERAHPUTIH.COM (16/04/2019) | Saat kamu melancong ke Jawa Timur, jangan lewatkan untuk berwisata ke Air Terjun Banyu Nget. Wisata rintisan Banyu Nget terletak di tengah hutan durian Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Nama Banyu Nget diambil dari karakter air di salah satu area telaga yang memang airnya terasa lebih hangat. Dahulu sebelum area itu resmi dibuka sebagai destinasi wisata, Banyu Nget di bawah telaga Urang Kambu dan Kedung Ombo itu banyak menjadi “jujugan” (tujuan) warga yang percaya air hangat alami tersebut memiliki khasiat untuk penyembuhan penyakit dan obat awet muda.

Lokasinya yang berada di tengah jalur menuju Pantai Prigi dan Pasir Putih, membuat destinasi wisata yang dikelola langsung oleh Perum Perhutani bersama masyarakat desa hutan (LMDH) ini mudah diakses pengunjung.

1. Pengunjung Banyu Nget terus bertambah dari hari ke hari

Angka kunjungan terus meningkat, khususnya pada Sabtu-Minggu atau hari libur sekolah dan hari besar. Jumlah wisatawan yang datang, bisa mencapai lebih dari 2.000-an kunjungan tiap bulan.

Belum bisa dikatakan “banyak banget” memang. Volume kunjungan kadang masih naik-turun. Masih di bawah angka kunjungan rata-rata ke Pantai Prigi dan Pasir Putih yang lebih dulu masyhur dan saat ini rata-rata jumlah wisatawan mencapai kisaran 5.000-an orang tiap bulan, bahkan bisa tembus 10 ribu saat libur panjang tahun baru dan Lebaran.

2. Banyu Nget mudah diakses dari Kota Trenggalek

Setidaknya, wisata Banyu Nget memberi alternatif pilihan bagi wisatawan yang bosan dengan suasana pantai dan ingin menikmati panorama alam berupa air terjun di pinggiran hutan durian.

Akses menuju wisata Banyu Nget sangat mudah. Dari Kota Trenggalek atau Tulungagung, jaraknya hampir sama. Sekitar 30 kilometer dengan menyusuri jalur utama searah menuju Pantai Prigi yang terletak di ujung timur pesisir selatan Trenggalek.

Tapi jangan kebablasan. Sekitar tiga kilometer sebelum sampai pantai, di jalur menurun atau setelah mencapai jalan menanjak, tepatnya di pertigaan pasar Desa Sawahan, beloklah ke kanan (barat) untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata Banyu Nget yang ada di Desa Dusun Ketro, Desa Dukuh.

Jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer, jalan beraspal sampai area parkir. Di sini, titipkan saja kendaraan dengan biaya jasa parkir Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat.

3. Jalan masuk ke Banyu Nget masih asri

Dari area parkir, pengunjung akan disambut lokasi swafoto dengan latar tulisan Banyu Nget yang dibuat cukup mencolok di tengah taman bunga warna-warni.

Tidak usah berlama-lama berswafoto. Cukup beberapa jepretan foto dan segeralah melanjutkan perjalanan kecil menyusuri jalan setapak di area hutan yang masih asri dan lebat.

Tapi sebelum masuk terlalu jauh ke dalam, jangan lupa untuk membeli dulu tiket masuk destinasi wisata rintisan itu sebesar Rp 5.000 per orang. Pengunjung bisa menikmati wahana wisata air terjun dan berendam di telaga-telaga kecil di bawahnya sampai puas.

4. Pengelola menyediakan wahana tambahan yang kekinian

Perjalanan menyusuri objek wisata Banyu Nget seluas tujuh hektare ini memang cukup membuat nafas “ngos-ngosan”. Sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi karena jalannya yang naik turun, membuat keringat lumayan bercucuran. Namun semua letih itu akan terbayar lunas di dalam. Beberapa lokasi wahana tambahan disediakan pengelola.

Mulai sepeda terbang (flying cycling) yang menyedot adrenalin, jembatan gantung untuk pejalan kaki, gazebo-gazebo untuk peristirahatan sementara pengunjung, bumi perkemahan, hammock, panggung papan berbentuk hati (love) di antara tanaman bambu dengan pemandangan aliran sungai Banyu Nget hingga air terjun urang kambu di penghujung perjalanan.

“Capek, tapi puas..,” ucap Andika, salah satu pengunjung dari Tulungagung usai berendam dan berenang di telaga air terjun Urang Kambu, seperti dikutip Antara.

5. Berwisata alam sekaligus bisa menikmati durian sepuasnya

Bagi warga kota, berwisata di tengah hutan yang terdapat air terjun dengan aliran air yang jernih menjadi kesempatan refreshing tersendiri. Suasananya segar dan nyaman untuk melepas penat. Apalagi pada bulan-bulan ini, periode Maret-April, sedang musim durian.

Wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan dan keasrian alam Banyu Nget sambil menikmati lezatnya buah durian di sana. Langsung dari pohonnya dengan harga super murah. Mulai Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu per buah, bergantung jenis dan ukurannya. Ya, pokoknya dengan modal Rp 100 ribu, cukuplah untuk makan durian sampai puas, dan beramai-ramai.

Selesai makan durian, atau sebelumnya juga boleh, jangan lupa berendam di telaga Banyu Nget. Yang ini lokasinya bukan di air terjun Urang Kambu, tapi ada di dua lokasi telaga di bawahnya.

Sumber : merahputih.com

Tanggal : 16 Maret 2019